
4 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 4 Juni 2010
Tuhan Kekuatanku
Habakuk 3:17-19
Sarah Flower Adams adalah seorang wanita yang suka mengarang puisi sejak masih remaja. Ia bercitacita menjadi pemain sandiwara, pernah juga berperan sebagai pemain utama dalam pementasan drama terkenal karangan Shakespeare di tahun (Habakuk 3:19) 1837. Namun kariernya terlalu cepat berakhir, ketika ia mulai terkena penyakit TBC. Ibunya meninggal akibat penyakit yang sama. Di tengah sakitnya, ia sering mengarang syair nyanyian rohani. Suatu hari ia membaca kisah Yakub dalam Kejadian 28. Firman Tuhan menguatkan bahwa Tuhan itu dekat dengan dirinya, bahkan memberikan kekuatan kepadanya. Kemudian ia menulis nyanyian rohani yang menjadi pilihan umat Kristen di seluruh dunia, “Makin Dekat, Tuhan” (KJ 401). Keyakinan bahwa Tuhan itu dekat dan menyertai umat-Nya, bahkan berkuasa menolongnya juga diimani oleh Nabi Habakuk. Di tengah situasi yang sulit, ketika tidak ada hasil kebun yang dapat dijual, ketika ladang tidak menghasilkan bahan makanan karena habis dijarah musuh, ketika tidak ada seekor pun ternak yang merupakan hartanya yang tertinggal, karena dirampas bangsa Kasdim, Nabi Habakuk masih punya alasan untuk bersukacita, bahkan bersorak-sorak di dalam Tuhan. Baginya situasi dan kondisi yang buruk tidak akan menepis keyakinannya bahwa Allah itu kekuatannya, sehingga ia akan diringankan untuk melangkah seperti kaki rusa yang berjejak di bukit, ringan dan lincah. Teens, apakah yang sering membuat kamu bete? Apakah kamu sering kesal oleh karena ‘sikon’ di sekitarmu yang mengecewakan, sehingga kamu jadi uring-uringan atau ‘bad mood’? Mari belajar dari Habakuk untuk bergantung pada Tuhan, sehingga kamu bisa ‘happy all the time’. Akuilah bahwa Tuhan adalah kekuatanmu.
ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.
T k d uh r i i eak ai n:
46
Jumat, 4 Juni 2010
Tuhan Kekuatanku
Habakuk 3:17-19
Sarah Flower Adams adalah seorang wanita yang suka mengarang puisi sejak masih remaja. Ia bercitacita menjadi pemain sandiwara, pernah juga berperan sebagai pemain utama dalam pementasan drama terkenal karangan Shakespeare di tahun (Habakuk 3:19) 1837. Namun kariernya terlalu cepat berakhir, ketika ia mulai terkena penyakit TBC. Ibunya meninggal akibat penyakit yang sama. Di tengah sakitnya, ia sering mengarang syair nyanyian rohani. Suatu hari ia membaca kisah Yakub dalam Kejadian 28. Firman Tuhan menguatkan bahwa Tuhan itu dekat dengan dirinya, bahkan memberikan kekuatan kepadanya. Kemudian ia menulis nyanyian rohani yang menjadi pilihan umat Kristen di seluruh dunia, “Makin Dekat, Tuhan” (KJ 401). Keyakinan bahwa Tuhan itu dekat dan menyertai umat-Nya, bahkan berkuasa menolongnya juga diimani oleh Nabi Habakuk. Di tengah situasi yang sulit, ketika tidak ada hasil kebun yang dapat dijual, ketika ladang tidak menghasilkan bahan makanan karena habis dijarah musuh, ketika tidak ada seekor pun ternak yang merupakan hartanya yang tertinggal, karena dirampas bangsa Kasdim, Nabi Habakuk masih punya alasan untuk bersukacita, bahkan bersorak-sorak di dalam Tuhan. Baginya situasi dan kondisi yang buruk tidak akan menepis keyakinannya bahwa Allah itu kekuatannya, sehingga ia akan diringankan untuk melangkah seperti kaki rusa yang berjejak di bukit, ringan dan lincah. Teens, apakah yang sering membuat kamu bete? Apakah kamu sering kesal oleh karena ‘sikon’ di sekitarmu yang mengecewakan, sehingga kamu jadi uring-uringan atau ‘bad mood’? Mari belajar dari Habakuk untuk bergantung pada Tuhan, sehingga kamu bisa ‘happy all the time’. Akuilah bahwa Tuhan adalah kekuatanmu.
ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.
T k d uh r i i eak ai n:
46
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



