Cover Media Cetak

young listener

young listener

4 Mei 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 4 Mei 2010
Mimpi Itu…
“Mimpi hanyalah bunga dalam tidur,” demikianlah penggalan syair lagu yang dipopularkan oleh Kembar Grup di tahun 80-an. Ini berarti, jangan terlalu gelisah kalau mengalami mimpi tertentu. Bahkan, para psikolog mengatakan bahwa mimpi hanyalah proyeksi dari keinginan-keinginan yang ditekan di alam (Daniel 4:5) bawah sadar atau sebaliknya munculan pengalaman-pengalaman traumatis di masa silam. Namun, bagi orang zaman dulu, bukan hanya proyeksi keinginan yang terpendam atau munculan pengalaman traumatis, apalagi sekadar bunga dalam tidur. Mimpi adalah sebuah peringatan. Mimpi adalah sarana bagi Sang Ilahi untuk mengungkapkan kehendak-Nya atau rencana-rencana-Nya. Maka ketika Nebukadnezar mendapatkan mimpi yang tak ia pahami, ia langsung merasa gelisah, hatinya tak tenteram. Kenyamanannya sebagai raja terganggu. “Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku; lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku” (Daniel 4:4-5). Dan sang raja tidak mau tinggal dalam gelisah. Ia tahu betul bahwa melalui mimpi itu Sang Ilahi hendak menyampaikan pesan tertentu. Itulah sebabnya ia memanggil semua para ahli yang ada di negerinya untuk menyibak makna mimpi itu. Peka terhadap tanda yang Tuhan berikan, itulah pesan penting dari pengalaman Nebukadnezar ini. Ia tidak membiarkan peringatan yang Tuhan berikan dalam mimpi itu berlalu begitu saja. Ia ingin mengetahuinya secara lebih mendalam supaya ia dapat menyesuaikan sikapnya. Teens, peringatan dari Tuhan pada masa kini tentu tidak mesti melalui mimpi. Tuhan bisa memberi peringatan melalui orang tua, guru, teman, bahkan adik kita. Persoalannya ialah: apakah kamu peka pada peringatan itu? Apakah kamu peka pada peringatan yang terkandung dalam perkataan mereka?
“lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku.”
Daniel 4:4-7
T k d uh r i i eak ai n:
5
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.