Cover Media Cetak

young listener

young listener

15 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 15 April 2010
Sepadan dalam Kejahatan?
Kata orang bijak, kejahatan tidak berjalan sendirian. Maksudnya, sebuah tindakan yang jahat (Amsal 16:17) atau salah tidak begitu saja terjadi. Bisa jadi awalnya hanya selintas ide yang belum tentu jahat atau salah. Misalnya, sekadar keinginan untuk dikenal sebagai orang baik dan murah hati di antara teman-teman. Bukankah ide seperti ini tidak jahat atau salah? Tapi ketika ide ini diusahakan agar terwujud (bukankah berusaha untuk dikenal sebagai orang baik dan murah hati tidak jahat atau salah?), ternyata pilihan cara yang diambil keliru alias salah. Contohnya, berbohong tentang hasil penjualan tanah. Alhasil, ketika ide tersebut menjelma menjadi tindakan, yang muncul adalah tindakan yang jahat atau salah. Yaitu, sesuai kasus yang diangkat bacaan kita hari ini, tindakan penipuan. Alkitab memang tidak menjelaskan tentang siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk berbohong tentang hasil penjualan tanah. Bisa jadi Ananiaslah orangnya. Tapi juga bukannya tidak mungkin jika Safiralah penggagasnya. Siapa pun yang mulai merencanakan tindakan kejahatan tersebut, yang jelas mereka berdua bersepakat untuk melakukannya bersama-sama. Tidak mengejutkan, karenanya, jika kemudian bersama-sama juga mereka menerima akibatnya. Teens, ketika Tuhan menciptakan kita –perempuan dan laki-laki– sebagai “penolong yang sepadan”, tentu yang dimaksud bukanlah penolong yang sepadan dalam kejahatan. Artinya, jika kita diajak bertukar pikiran tentang sebuah tindakan yang kita tahu adalah salah atau jahat, sebagai penolong yang sepadan tugas kita bukanlah menolong agar kesalahan atau kejahatan tersebut terwujud. Sebaliknya, sebagai penolong yang sepadan, kita justru harus mengingatkan agar kekeliruan atau kesalahan atau kejahatan itu dibatalkan alias tidak terwujud. Betul begitu, bukan, Teens?
Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.
Kisah Para Rasul 5:1-10
T k d uh r i i eak ai n:
57
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.