Cover Media Cetak

young listener

young listener

13 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 13 April 2010
Ssst! Diam!
1 Korintus 14:34-35
... tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani ... tidak ada laki-laki atau perempuan ... semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
Wah, membaca ayat-ayat dalam bacaan hari ini membuat pikiran kita segera melayang pada para perempuan yang pekerjaannya tampil dan berbicara di depan umum. Misalnya saja presenter berita di (Galatia 3:28) TV yang kebanyakan perempuan, lalu dokter perempuan yang memberi penyuluhan tentang pencegahan terhadap DBD (ayo, sebutkan kepanjangannya!), lalu lagi ibu guru kita di sekolah, juga kakak guru sekolah minggu kita (ini juga lebih banyak perempuannya), serta pula para pendeta perempuan, dll. Nah lho, apakah mereka semua bersalah? Apa sebetulnya maksud bacaan kita? Awalnya, adalah pandangan masyarakat masa itu yang memandang rendah para perempuan. Para perempuan dianggap bodoh sehingga tidak pantas berbicara dan pendapat mereka tidak layak didengar. Dalam masyarakat yang berpandangan seperti ini, mudah kita menebak, ketika para perempuan dalam Jemaat Korintus mengajukan pertanyaan atau mengutarakan pendapat, orangorang lain menunjukkan keberatan. Akibatnya, suasana Jemaat pun menjadi ricuh. Akhirnya, sekalipun Rasul Paulus meyakini bahwa pemisahan-pemisahan yang biasa dilakukan manusia tidak berlaku lagi (bdk. Galatia 3:28), ia menyarankan para perempuan saat itu mengikuti kebiasaan yang berlaku. Lalu, bagaimana kini kita harus menerjemahkan bacaan di atas? Jelas, karena sekarang kita telah memahami bahwa Allah menjadikan perempuan dan laki-laki sederajat dan sejajar, kita tidak lagi mempermasalahkan atau berkeberatan jika para perempuan tampil dan berbicara di depan umum. Namun, agar “pertemuan dalam Jemaat” berjalan baik dan lancar, mereka yang hendak berbicara perlu mempersiapkan diri sehingga tidak asal bicara atau asal bunyi. Tentu saja, persiapan ini perlu dilakukan baik oleh pembicara perempuan maupun pembicara laki-laki. Jadi, perempuan dan laki-laki tidak boleh mendapat perlakuan berbeda.
T k d uh r i i eak ai n:
55
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.