
12 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 12 April 2010
Keluarga Yesus
Matius 12:46-50
Pernahkah kamu membuat “pohon keluarga”? Kegiatan yang terasa seperti bermain ini (kalau kamu belum tahu, bertanyalah pada orang tuamu atau gurumu, lalu cobalah membuatnya. Wah, seru!) menolong kita mengenali setiap dan seluruh anggota keluarga besar kita. Saat menyusun na(Matius 12:50) ma demi nama dan foto demi foto yang beragam, biasanya kita akan tercengang menemukan kemiripan dan kesamaan yang menyatukan seluruh keluarga. Sehingga pada akhirnya kita bisa mengatakan, “Ya, hidung yang besar memang menjadi ciri khas keluarga kami.” Atau tubuh yang tinggi besar. Atau juga mata yang berkacamata. Dan lain-lain. Ketika Tuhan Yesus menjelaskan tentang keluarga-Nya, Ia mengatakan bahwa ciri khas keluarga-Nya adalah “siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (ayat 50). Dengan menyatakan definisi seperti ini kita tahu bahwa sejak sangat awal Tuhan Yesus membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi keberagaman dalam keluarga besar-Nya. Tuhan Yesus menerima perempuan dan laki-laki, muda dan tua, miskin dan kaya, bodoh dan pintar, jelek dan cantik, dst. Tuhan Yesus menyambut semua sepanjang ciri khas “melakukan kehendak Bapa di sorga” ada pada mereka. Nah, Teens, kalau Tuhan Yesus siap menerima perbedaan dan keberagaman dalam keluarga besar-Nya, persoalannya adalah apakah para anggota keluarga (berarti kamu juga termasuk dalam hal ini) bisa saling menerima perbedaan dan keberagaman tersebut? Sebab, ini artinya kita perlu dan harus mengembangkan hubungan yang saling menghargai, saling mendukung, juga saling melengkapi di antara sesama anggota keluarga besar Tuhan Yesus. Kesediaan mengembangkan hubungan yang serba “saling” satu terhadap yang lain adalah bukti kesiapan kita menjadi bagian dari keluarga besar Tuhan Yesus yang berciri-khaskan “melakukan kehendak Bapa di sorga”. Bagaimana denganmu, Teens?
“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibuKu.”
T k d uh r i i eak ai n:
54
Senin, 12 April 2010
Keluarga Yesus
Matius 12:46-50
Pernahkah kamu membuat “pohon keluarga”? Kegiatan yang terasa seperti bermain ini (kalau kamu belum tahu, bertanyalah pada orang tuamu atau gurumu, lalu cobalah membuatnya. Wah, seru!) menolong kita mengenali setiap dan seluruh anggota keluarga besar kita. Saat menyusun na(Matius 12:50) ma demi nama dan foto demi foto yang beragam, biasanya kita akan tercengang menemukan kemiripan dan kesamaan yang menyatukan seluruh keluarga. Sehingga pada akhirnya kita bisa mengatakan, “Ya, hidung yang besar memang menjadi ciri khas keluarga kami.” Atau tubuh yang tinggi besar. Atau juga mata yang berkacamata. Dan lain-lain. Ketika Tuhan Yesus menjelaskan tentang keluarga-Nya, Ia mengatakan bahwa ciri khas keluarga-Nya adalah “siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (ayat 50). Dengan menyatakan definisi seperti ini kita tahu bahwa sejak sangat awal Tuhan Yesus membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi keberagaman dalam keluarga besar-Nya. Tuhan Yesus menerima perempuan dan laki-laki, muda dan tua, miskin dan kaya, bodoh dan pintar, jelek dan cantik, dst. Tuhan Yesus menyambut semua sepanjang ciri khas “melakukan kehendak Bapa di sorga” ada pada mereka. Nah, Teens, kalau Tuhan Yesus siap menerima perbedaan dan keberagaman dalam keluarga besar-Nya, persoalannya adalah apakah para anggota keluarga (berarti kamu juga termasuk dalam hal ini) bisa saling menerima perbedaan dan keberagaman tersebut? Sebab, ini artinya kita perlu dan harus mengembangkan hubungan yang saling menghargai, saling mendukung, juga saling melengkapi di antara sesama anggota keluarga besar Tuhan Yesus. Kesediaan mengembangkan hubungan yang serba “saling” satu terhadap yang lain adalah bukti kesiapan kita menjadi bagian dari keluarga besar Tuhan Yesus yang berciri-khaskan “melakukan kehendak Bapa di sorga”. Bagaimana denganmu, Teens?
“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibuKu.”
T k d uh r i i eak ai n:
54
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



