
10 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 10 April 2010
Pakaian Kita
Ulangan 22:5
Sekalipun bacaan kita hanya terdiri dari satu ayat, namun satu ayat ini cukup membingungkan. Bagaimana kita mestinya memahami ayat ini? Terlebih dulu kita perlu membereskan pemahaman tentang pakaian laki-laki dan pakaian pe(Kejadian 1:27, 31) rempuan. Harus kita sadari batasan ini berbeda di sejumlah tempat dan budaya. Jadi kita tidak bisa menganggap bahwa celana panjang adalah hanya pakaian laki-laki, sedangkan rok adalah sematamata pakaian perempuan. Di Skotlandia, pakaian tradisional yang dikenakan laki-laki di sana bermodel seperti rok perempuan. Sementara kain yang dipakai laki-laki sebagai bawahan pada pakaian tradisional Jawa tidak jauh berbeda dengan yang dipakai para perempuannya. Sebaliknya, para perempuan Aceh sejak dulu terbiasa mengenakan celana panjang. Ini berarti ayat di atas bermakna lebih dalam dari sekadar larangan berpakaian. Begini: Kita tahu bahwa Allahlah yang menciptakan kita sebagai perempuan dan laki-laki dengan kualitas “sungguh amat baik” (bdk. Kejadian 1:31). Karena kualitas ini tentunya Allah akan merasa sedih dan kecewa kalau kita kemudian mengatakan, “Sayang aku dijadikan sebagai laki-laki, jadi temantemanku mengejekku ketika aku belajar menari.” Atau, “Aku tidak ingin jadi perempuan karena aku dianggap aneh waktu belajar bongkar pasang mesin mobil.” Saat menciptakan manusia, Allah tidak membatasi hobi atau cita-cita ciptaan-Nya. Artinya, laki-laki tidak perlu menjadi perempuan untuk belajar menari, dan perempuan tidak harus menjadi laki-laki untuk belajar bongkar pasang mesin mobil. Artinya juga, dalam bahasa bacaan hari ini, laki-laki tidak perlu memakai pakaian perempuan dan perempuan tidak perlu memakai pakaian laki-laki. Betul, Teens, bacaan kita mengajak kita bersyukur karena Tuhan menjadikan kita seperti ini: perempuan dan laki-laki ciptaan Allah. Kita tidak perlu menjadi ciptaan yang lain!
Maka Allah menciptakan manusia ... Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.
T k d uh r i i eak ai n:
52
Sabtu, 10 April 2010
Pakaian Kita
Ulangan 22:5
Sekalipun bacaan kita hanya terdiri dari satu ayat, namun satu ayat ini cukup membingungkan. Bagaimana kita mestinya memahami ayat ini? Terlebih dulu kita perlu membereskan pemahaman tentang pakaian laki-laki dan pakaian pe(Kejadian 1:27, 31) rempuan. Harus kita sadari batasan ini berbeda di sejumlah tempat dan budaya. Jadi kita tidak bisa menganggap bahwa celana panjang adalah hanya pakaian laki-laki, sedangkan rok adalah sematamata pakaian perempuan. Di Skotlandia, pakaian tradisional yang dikenakan laki-laki di sana bermodel seperti rok perempuan. Sementara kain yang dipakai laki-laki sebagai bawahan pada pakaian tradisional Jawa tidak jauh berbeda dengan yang dipakai para perempuannya. Sebaliknya, para perempuan Aceh sejak dulu terbiasa mengenakan celana panjang. Ini berarti ayat di atas bermakna lebih dalam dari sekadar larangan berpakaian. Begini: Kita tahu bahwa Allahlah yang menciptakan kita sebagai perempuan dan laki-laki dengan kualitas “sungguh amat baik” (bdk. Kejadian 1:31). Karena kualitas ini tentunya Allah akan merasa sedih dan kecewa kalau kita kemudian mengatakan, “Sayang aku dijadikan sebagai laki-laki, jadi temantemanku mengejekku ketika aku belajar menari.” Atau, “Aku tidak ingin jadi perempuan karena aku dianggap aneh waktu belajar bongkar pasang mesin mobil.” Saat menciptakan manusia, Allah tidak membatasi hobi atau cita-cita ciptaan-Nya. Artinya, laki-laki tidak perlu menjadi perempuan untuk belajar menari, dan perempuan tidak harus menjadi laki-laki untuk belajar bongkar pasang mesin mobil. Artinya juga, dalam bahasa bacaan hari ini, laki-laki tidak perlu memakai pakaian perempuan dan perempuan tidak perlu memakai pakaian laki-laki. Betul, Teens, bacaan kita mengajak kita bersyukur karena Tuhan menjadikan kita seperti ini: perempuan dan laki-laki ciptaan Allah. Kita tidak perlu menjadi ciptaan yang lain!
Maka Allah menciptakan manusia ... Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.
T k d uh r i i eak ai n:
52
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



