
6 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 6 April 2010
Wasti dan Ester: Yang Mana?
Kitab Ester sejak dua hari yang lalu memperkenalkan kita pada dua orang ratu, yakni Ratu Wasti (Pengkhotbah 3:1) dan Ratu Ester, yang diperhadapkan pada persoalan pelik namun berhasil mereka atasi dengan baik. Ratu Wasti secara tegas dan berani menolak dilecehkan, sementara Ratu Ester dengan cara yang “halus” justru mengundang makan orang yang hendak berbuat jahat kepadanya. Ratu Wasti memanfaatkan pendekatan langsung dan “to the point”, sedangkan Ratu Ester bersikap lebih diplomatis. Mencermati kedua cara ini, manakah yang sebaiknya kita gunakan untuk menyelesaikan persoalanpersoalan kita? Ingatlah, Teens, tiap persoalan tidak selalu bisa diselesaikan dengan satu cara yang sama. Persoalan yang dihadapi Ratu Wasti, misalnya, tidak bisa diatasi dengan cara diplomatis ala Ratu Ester. Sebab, Ratu Wasti berurusan dengan orang-orang mabuk yang tidak bisa diajak berpikir baik-baik. Sikap tegas dan berani Ratu Wasti adalah cara tepat untuk persoalan seperti itu. Sebaliknya, bayangkan apa yang akan terjadi kalau Ratu Ester tiba-tiba mengatakan secara terbuka –dan tanpa bukti!– bahwa Haman sedang merencanakan pembunuhan besar-besaran. Wah, bisa jadi Ratu Ester justru yang dihukum karena tuduhan tidak berdasar serta pencemaran nama baik. Maka strategi pun harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Teens, cara yang dipilih Ratu Ester tidaklah lebih baik daripada cara yang diambil Ratu Wasti. Demikian pula sebaliknya. Persoalan yang berbeda membutuhkan cara penyelesaian yang berbeda pula. Kitalah yang harus menggunakan akal budi yang Tuhan anugerahkan pada kita untuk mempertimbangkan cara yang paling tepat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Inilah yang diingatkan bacaan kita hari ini!
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Amsal 1:5-7
T k d uh r i i eak ai n:
48
47
Selasa, 6 April 2010
Wasti dan Ester: Yang Mana?
Kitab Ester sejak dua hari yang lalu memperkenalkan kita pada dua orang ratu, yakni Ratu Wasti (Pengkhotbah 3:1) dan Ratu Ester, yang diperhadapkan pada persoalan pelik namun berhasil mereka atasi dengan baik. Ratu Wasti secara tegas dan berani menolak dilecehkan, sementara Ratu Ester dengan cara yang “halus” justru mengundang makan orang yang hendak berbuat jahat kepadanya. Ratu Wasti memanfaatkan pendekatan langsung dan “to the point”, sedangkan Ratu Ester bersikap lebih diplomatis. Mencermati kedua cara ini, manakah yang sebaiknya kita gunakan untuk menyelesaikan persoalanpersoalan kita? Ingatlah, Teens, tiap persoalan tidak selalu bisa diselesaikan dengan satu cara yang sama. Persoalan yang dihadapi Ratu Wasti, misalnya, tidak bisa diatasi dengan cara diplomatis ala Ratu Ester. Sebab, Ratu Wasti berurusan dengan orang-orang mabuk yang tidak bisa diajak berpikir baik-baik. Sikap tegas dan berani Ratu Wasti adalah cara tepat untuk persoalan seperti itu. Sebaliknya, bayangkan apa yang akan terjadi kalau Ratu Ester tiba-tiba mengatakan secara terbuka –dan tanpa bukti!– bahwa Haman sedang merencanakan pembunuhan besar-besaran. Wah, bisa jadi Ratu Ester justru yang dihukum karena tuduhan tidak berdasar serta pencemaran nama baik. Maka strategi pun harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Teens, cara yang dipilih Ratu Ester tidaklah lebih baik daripada cara yang diambil Ratu Wasti. Demikian pula sebaliknya. Persoalan yang berbeda membutuhkan cara penyelesaian yang berbeda pula. Kitalah yang harus menggunakan akal budi yang Tuhan anugerahkan pada kita untuk mempertimbangkan cara yang paling tepat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Inilah yang diingatkan bacaan kita hari ini!
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Amsal 1:5-7
T k d uh r i i eak ai n:
48
47
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



