
5 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 5 April 2010
Di Balik Kelembutan
Ester 5:1-8, 7:2-6
Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.
Setelah Ratu Wasti lengser dari keratuannya, Raja Ahasyweros mengangkat Ratu Ester sebagai permaisurinya. Dari penuturan Alkitab, kita mendapat gambaran bahwa ratu yang baru ini “elok perawak(Amsal 25:15) annya dan cantik parasnya” (Ester 2:7). Alkitab juga memberi kesan bahwa ia lembut dan penurut (bdk. ayat 15 – “... ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain daripada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja ....”). Kelihatannya, itu sebabnya Ester “... dikasihi oleh baginda lebih daripada semua perempuan lain ... sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti” (ayat 17). Dalam kelembutan dan kepenurutannya ini pula Ratu Ester menyelesaikan persoalan yang dihadapinya: Ada seorang yang diam-diam merencanakan hendak membunuh bangsanya! Bagaimana Ratu Ester mengatasinya? Ia mengundang suaminya –sang raja– dan Haman –sang pembunuh– ke pestanya. Lewat percakapan dalam pesta tersebut, persoalan yang dihadapi Ratu Ester mendapatkan jalan keluarnya. Teens, dari Ratu yang satu ini kita belajar tentang kecerdikan dan kekuatan yang tersimpan di balik kelembutan. Maksudnya, wajah kita mungkin saja jauh dari “sangar” dan galak. Tubuh kita pun bisa jadi kecil serta rapuh. Tapi kondisi ini tidak membuat kita selalu menjadi pihak yang kalah atau tidak berdaya. Ratu Ester menunjukkan bahwa jika kita mampu mengelola keadaan (termasuk juga kelemahan kita), persoalan seberat atau sesulit apa pun akan bisa teratasi dan terselesaikan. Pula, dari Ratu Ester kita belajar untuk tidak menganggap sepele mereka yang kelihatannya lemah dan tidak berdaya. Sebab kita tidak pernah tahu kekuatan seperti apa yang tersembunyi di balik kelemahan atau ketidakberdayaan seseorang. Jadi, Teens, apa yang tersimpan di balik kelembutanmu?
T k d uh r i i eak ai n:
47
Senin, 5 April 2010
Di Balik Kelembutan
Ester 5:1-8, 7:2-6
Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.
Setelah Ratu Wasti lengser dari keratuannya, Raja Ahasyweros mengangkat Ratu Ester sebagai permaisurinya. Dari penuturan Alkitab, kita mendapat gambaran bahwa ratu yang baru ini “elok perawak(Amsal 25:15) annya dan cantik parasnya” (Ester 2:7). Alkitab juga memberi kesan bahwa ia lembut dan penurut (bdk. ayat 15 – “... ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain daripada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja ....”). Kelihatannya, itu sebabnya Ester “... dikasihi oleh baginda lebih daripada semua perempuan lain ... sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti” (ayat 17). Dalam kelembutan dan kepenurutannya ini pula Ratu Ester menyelesaikan persoalan yang dihadapinya: Ada seorang yang diam-diam merencanakan hendak membunuh bangsanya! Bagaimana Ratu Ester mengatasinya? Ia mengundang suaminya –sang raja– dan Haman –sang pembunuh– ke pestanya. Lewat percakapan dalam pesta tersebut, persoalan yang dihadapi Ratu Ester mendapatkan jalan keluarnya. Teens, dari Ratu yang satu ini kita belajar tentang kecerdikan dan kekuatan yang tersimpan di balik kelembutan. Maksudnya, wajah kita mungkin saja jauh dari “sangar” dan galak. Tubuh kita pun bisa jadi kecil serta rapuh. Tapi kondisi ini tidak membuat kita selalu menjadi pihak yang kalah atau tidak berdaya. Ratu Ester menunjukkan bahwa jika kita mampu mengelola keadaan (termasuk juga kelemahan kita), persoalan seberat atau sesulit apa pun akan bisa teratasi dan terselesaikan. Pula, dari Ratu Ester kita belajar untuk tidak menganggap sepele mereka yang kelihatannya lemah dan tidak berdaya. Sebab kita tidak pernah tahu kekuatan seperti apa yang tersembunyi di balik kelemahan atau ketidakberdayaan seseorang. Jadi, Teens, apa yang tersimpan di balik kelembutanmu?
T k d uh r i i eak ai n:
47
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



