
3 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 3 April 2010
Hargai Dirimu Sendiri!
Ester 1:1-4, 10-12
Wilayah pemerintahan Raja Ahasyweros sangat luas, terbentang meliputi India hingga Etiopia (Ester 1:1). Tentunya pesta besar yang diselenggarakannya sungguh-sungguh mewah dan meriah. Apalagi dalam pesta itu Raja juga berkenan me(Ester 1:12) mamerkan kekayaannya pada rakyat (bdk. ayat 4). Wow, betapa rakyat terpesona melihatnya! Dalam pesta-pesta semacam itu biasanya minuman keras dibagikan secara murah hati. Dampaknya jelas, banyak orang – termasuk sang raja – menjadi mabuk (bdk. ayat 10 – “... ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur ....”)! Dan dalam keadaan mabuk, orang pada umumnya tidak bisa mengendalikan pikiran maupun tubuhnya. Itu sebabnya, ketika Raja Ahasyweros memanggil Ratu Wasti untuk menghadapnya, sang ratu menolaknya. Bukan apa-apa, tapi kalau orangorang itu –karena mabuk– mencolak-colek seenaknya, bukankah tindakan demikian tidak saja melecehkan ratu tapi juga berarti penghinaan kepada raja? Justru karena Ratu Wasti mencintai dan menghormati suaminya, ia menolak undangan tersebut. Sayangnya, suaminya tercinta menyalahartikan tindakannya! Teens, Ratu Wasti adalah ratu yang cerdas. Ia tidak dibutakan oleh cinta. Ia tidak membiarkan dirinya dilecehkan, sekalipun atas nama cintanya pada sang suami. Justru cinta membuatnya menjaga diri dengan sebaikbaiknya. Ratu Wasti juga adalah ratu pemberani. Ia tidak takut berkata “Tidak, saya tidak mau!” Dan, Ratu Wasti tetap bertahan dengan penolakannya, sekalipun risikonya adalah kehilangan jabatannya sebagai ratu. Nah, Teens, belajar dari Ratu Wasti, kamu juga bisa menyatakan dengan tegas –baik dengan kata-kata maupun juga melalui sikap– bahwa kamu berhak dihargai dan dihormati. Jangan mau dilecehkan!
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap ... sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
T k d uh r i i eak ai n:
45
Sabtu, 3 April 2010
Hargai Dirimu Sendiri!
Ester 1:1-4, 10-12
Wilayah pemerintahan Raja Ahasyweros sangat luas, terbentang meliputi India hingga Etiopia (Ester 1:1). Tentunya pesta besar yang diselenggarakannya sungguh-sungguh mewah dan meriah. Apalagi dalam pesta itu Raja juga berkenan me(Ester 1:12) mamerkan kekayaannya pada rakyat (bdk. ayat 4). Wow, betapa rakyat terpesona melihatnya! Dalam pesta-pesta semacam itu biasanya minuman keras dibagikan secara murah hati. Dampaknya jelas, banyak orang – termasuk sang raja – menjadi mabuk (bdk. ayat 10 – “... ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur ....”)! Dan dalam keadaan mabuk, orang pada umumnya tidak bisa mengendalikan pikiran maupun tubuhnya. Itu sebabnya, ketika Raja Ahasyweros memanggil Ratu Wasti untuk menghadapnya, sang ratu menolaknya. Bukan apa-apa, tapi kalau orangorang itu –karena mabuk– mencolak-colek seenaknya, bukankah tindakan demikian tidak saja melecehkan ratu tapi juga berarti penghinaan kepada raja? Justru karena Ratu Wasti mencintai dan menghormati suaminya, ia menolak undangan tersebut. Sayangnya, suaminya tercinta menyalahartikan tindakannya! Teens, Ratu Wasti adalah ratu yang cerdas. Ia tidak dibutakan oleh cinta. Ia tidak membiarkan dirinya dilecehkan, sekalipun atas nama cintanya pada sang suami. Justru cinta membuatnya menjaga diri dengan sebaikbaiknya. Ratu Wasti juga adalah ratu pemberani. Ia tidak takut berkata “Tidak, saya tidak mau!” Dan, Ratu Wasti tetap bertahan dengan penolakannya, sekalipun risikonya adalah kehilangan jabatannya sebagai ratu. Nah, Teens, belajar dari Ratu Wasti, kamu juga bisa menyatakan dengan tegas –baik dengan kata-kata maupun juga melalui sikap– bahwa kamu berhak dihargai dan dihormati. Jangan mau dilecehkan!
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap ... sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.
T k d uh r i i eak ai n:
45
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



