Cover Media Cetak

young listener

young listener

1 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 1 April 2010
Kata yang Dipakai: “DAN”
Kejadian 1:26-28
Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, tentang kata “dan” kita mendapat penjelasan sebagai berikut: “Dan adalah kata penghubung yang menyatakan antara sesuatu yang dihubungkan itu mempunyai peran, kedudukan, fungsi atau derajat yang sama.” Ketika Allah menciptakan manusia, sebagaimana dituturkan bacaan kita hari ini, Alkitab mencatat bahwa kata yang digunakan-Nya adalah kata “dan”: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (ayat 27). Dengan menggunakan kata “dan”, tampak jelas betapa Allah sejak semula sudah menetapkan relasi atau hubungan seperti apa yang ditetapkannya bagi manusia ciptaan-Nya tersebut. Relasi atau hubungan yang dimaksud adalah relasi yang sederajat. Atau hubungan yang sejajar. Ini berarti, sekalipun laki-laki dan perempuan, sebagai ciptaan Tuhan, jelas-jelas berbeda, ciptaan yang satu tidaklah lebih istimewa daripada ciptaan lainnya. Pula, ciptaan yang satu tidak lebih unggul dari ciptaan lainnya. Nah, karena laki-laki dan perempuan sama-sama baik, sama-sama unggul, pula samasama istimewa, hubungan yang terjalin di antara laki-laki dan perempuan haruslah merupakan hubungan yang sama-sama (baca: saling) menghargai dan samasama (baca: saling) menghormati. Dampaknya, Teens, kamu tidak bisa saling mengejek atau merendahkan dengan mengatakan, “Semua cowok memang brengsek!” Atau, “Cewek-cewek memang payah!” Sebab, jika ini kamu lakukan, kamu sama saja dengan mengejek atau merendahkan Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan dengan komentar “sungguh amat baik” (ayat 31). Wah, tentu saja kita tidak bermaksud demikian, bukan?
(Kejadian 1:27) ... laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
T k d uh r i i eak ai n:
43 43
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.