Cover Media Cetak

young listener

young listener

12 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 12 Maret 2010
Bergumul Tiga Hari
Kisah Para Rasul 9:7-18
“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”
Pertobatan merupakan prasyarat untuk menerima pengampunan dan anugerah keselamatan dari Tuhan. Tetapi sebelum seseorang bisa bertobat, (Wahyu 3:19) ia harus terlebih dahulu menyadari dan menyesali dosa-dosanya. Itu sebabnya, Tuhan memberikan waktu tiga hari bagi Saulus untuk merenungkan segala perbuatannya. Di dalam Alkitab, tiga hari adalah suatu rentang waktu yang sering dipakai umat Tuhan untuk bergumul di hadapan-Nya. Yunus berada di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam (Yun. 1:17). Ester meminta umat Israel untuk berdoa dan berpuasa selama tiga hari tiga malam agar dia memperoleh rahmat Tuhan ketika menghadap raja (Est. 4:16). Demikian pula dengan Saulus. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat, serta berpuasa dan berdoa (Kis. 9:9). Tuhan mengizinkan Saulus berada dalam keadaan buta selama tiga hari. Selama tiga hari berada di dalam keadaan gelap itu Saulus berpuasa dan bergumul dalam doa, hingga akhirnya ia menyadari perbuatan-perbuatan jahat yang telah dilakukannya terhadap Tuhan Yesus dan bertobat. Setelah genap tiga hari, Tuhan mengutus Ananias untuk mendoakan Saulus. Pada saat Ananias bertemu dengan Saulus, keadaannya sudah jauh berubah. Si penganiaya yang sebelumnya sangat ganas dan siap menangkap orang-orang Kristen itu, ketika dikunjungi Ananias ternyata sudah berubah menjadi lembut dan dapat menerima dirinya dengan baik. Ia telah menyadari dan menyesali segala perbuatan dosanya dan mau bertobat. Tuhan Yesus mengampuninya dan menyembuhkannya melalui penumpangan tangan Ananias atas dirinya. Setelah dapat melihat, ia pun bangun lalu memberi dirinya dibaptis.
T k d uh r i i eak ai n:
13
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.