Cover Media Cetak

young listener

young listener

11 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 11 Maret 2010
Sang Penganiaya Tak Berdaya
Tertullianus berkata, “Darah para martir merupakan benih gereja.” Orang-orang Kristen mula-mula (Matius 5:44) dianiaya, dipenjarakan, dan dibunuh. Tetapi penganiayaan itu tak mampu menyurutkan iman mereka, malah semakin mengobarkan semangat mereka untuk memberitakan Injil Kristus. Meskipun mereka terpaksa terpencar ke berbagai tempat, namun di mana pun kaki mereka berpijak, di sana pun Injil diberitakan. Saulus mendengar bahwa di Damsyik telah banyak orang yang menjadi Kristen. Hati sang penganiaya itu menjadi panas. Ia menghadap Imam Besar dan meminta surat kuasa darinya untuk dibawanya kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik. Dengan surat itu ia diberi kuasa untuk manangkap orang-orang Kristen dan membawa mereka ke Yerusalem. Sang penganiaya memiliki surat kuasa, tetapi ia tetap tidak berdaya. Dalam perjalanan dekat Damsyik, yaitu pada waktu tengah hari, tiba-tiba tampak baginya cahaya dari langit yang menyilaukan mata (Kis. 22:6). Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” KataNya, “Akulah Yesus, yang engkau aniaya itu.” Pada saat itu Saulus hanya bisa bertelut di tanah tanpa daya. Rencana Saulus pergi ke Damsyik adalah untuk menganiaya dan menangkap orang-orang percaya, tetapi Tuhan justru membawa Saulus bertekuk lutut di hadapan-Nya. Sang penganiaya tak berdaya menghancurkan Gereja, sebab Tuhan Yesuslah kepala Gereja. Saulus menganiaya Gereja, tetapi Tuhan Yesus mengatakan bahwa diri-Nya yang dianiaya. Semakin kuat Gereja dianiaya, umat Tuhan akan semakin dekat dan bersandar kepada-Nya. Ketika Tuhan menyatakan diri dan kuasa-Nya, sang penganiaya rebah ke tanah tanpa daya dan kemudian bertekuk lutut di hadapan-Nya.
“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Kisah Para Rasul 9:1-6
T k d uh r i i eak ai n:
12
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.