Cover Media Cetak

young listener

young listener

8 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 8 Maret 2010
Uang Bukan Segalanya
Kisah Para Rasul 8:13-25
Ada yang mengatakan bahwa “uang adalah segalanya” dan “uang bisa membeli segala sesuatu”. Benarkah demikian? Simon memiliki pemikiran seperti itu. Pada (Matius 6:33) saat menjadi penyihir, ia telah berhasil mengumpulkan banyak uang dengan berbagai cara. Ia sudah biasa mengerjakan sesuatu bagi orang lain asal dibayar. Ia pun beranggapan dengan uang ia bisa membeli segalanya. Kemudian Simon melihat banyak orang Samaria yang percaya kepada Tuhan Yesus dan memberikan diri dibaptis, ia pun ikut percaya dan dibaptis. Meskipun demikian, pikiran, hati dan perbuatannya masih belum berubah. Melihat orang-orang Samaria yang menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan Petrus dan Yohanes, ia pun menawarkan uang kepada mereka serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” Petrus menegur Simon dengan keras, “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.” Petrus mengingatkan Simon bahwa hatinya tidak lurus di hadapan Allah dan menyuruh dia bertobat. Teens, uang bukanlah segalanya, dan bukan segala sesuatu bisa dibeli dengan uang. Petrus mengingatkan Simon, bahwa karunia Allah tidak bisa dibeli dengan uang. Begitu pula hidup, keselamatan, waktu, kebahagiaan, dan tidur nyenyak tidak dapat dibeli dengan uang. Uang bisa membeli obat, tetapi bukan kehidupan. Uang bisa membeli asuransi, tetapi bukan keselamatan. Uang bisa membeli jam, tetapi bukan waktu. Uang bisa membeli rumah, tetapi bukan kebahagiaan. Uang bisa membeli ranjang, tetapi bukan kenyenyakan tidurnya. Uang bukan segalanya.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
T k d uh r i i eak ai n:
9
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.