
5 Maret 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 5 Maret 2010
Semakin Dibabat Semakin Merambat
“Semakin Dibabat Semakin Merambat” adalah judul buku karya Ira C., Ph. D. Buku itu menceritakan riwayat penganiayaan terhadap orangorang Kristen sepanjang abad, yang semakin dibabat justru semakin merambat. Keadaan seperti itulah yang terjadi pada jemaat mula-mula. Setelah Stefanus mati dibunuh, penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Yerusalem dilakukan dengan gencar. Orang-orang Kristen banyak yang menderita karena ditangkap, dianiaya, atau dibunuh. Tetapi penderitaan itu tidak menjadikan mereka mundur dan mengendur, sebaliknya justru membuat mereka semakin kuat dalam iman dan giat memberitakan Firman. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Yeruselem, menyebabkan mereka tersebar dan menjelajah seluruh negeri sambil mengabarkan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Orang-orang Samaria adalah keturunan campuran, yaitu setengah Yahudi dan setengah bangsa lain. Pada tahun 732 SM Asyur mengalahkan kesepuluh suku di Kerajaan Israel Utara. Banyak orang Israel yang ditawan ke tanah pembuangan, dan kemudian bangsa-bangsa lain ditempatkan di sana untuk kawin campur dengan orang-orang Yahudi yang tertinggal. Keturunan mereka yang campuran itu dipandang rendah oleh orang-orang Yahudi. Tetapi pada saat penganiayaan di Yerusalem terjadi, orang Yahudi Kristen justru bisa pergi ke sana untuk mengabarkan Injil. Hal ini bukanlah suatu kebetulan, tetapi karena Tuhan mengasihi dan ingin menyelamatkan mereka. Teens, penganiayaan tidak pernah berhasil menghabisi orang Kristen. Orang-orang Kristen semakin dibabat semakin merambat.
(Matius 5:10) “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Kisah Para Rasul 8:4-8
T k d uh r i i eak ai n:
6
Jumat, 5 Maret 2010
Semakin Dibabat Semakin Merambat
“Semakin Dibabat Semakin Merambat” adalah judul buku karya Ira C., Ph. D. Buku itu menceritakan riwayat penganiayaan terhadap orangorang Kristen sepanjang abad, yang semakin dibabat justru semakin merambat. Keadaan seperti itulah yang terjadi pada jemaat mula-mula. Setelah Stefanus mati dibunuh, penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Yerusalem dilakukan dengan gencar. Orang-orang Kristen banyak yang menderita karena ditangkap, dianiaya, atau dibunuh. Tetapi penderitaan itu tidak menjadikan mereka mundur dan mengendur, sebaliknya justru membuat mereka semakin kuat dalam iman dan giat memberitakan Firman. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Yeruselem, menyebabkan mereka tersebar dan menjelajah seluruh negeri sambil mengabarkan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. Orang-orang Samaria adalah keturunan campuran, yaitu setengah Yahudi dan setengah bangsa lain. Pada tahun 732 SM Asyur mengalahkan kesepuluh suku di Kerajaan Israel Utara. Banyak orang Israel yang ditawan ke tanah pembuangan, dan kemudian bangsa-bangsa lain ditempatkan di sana untuk kawin campur dengan orang-orang Yahudi yang tertinggal. Keturunan mereka yang campuran itu dipandang rendah oleh orang-orang Yahudi. Tetapi pada saat penganiayaan di Yerusalem terjadi, orang Yahudi Kristen justru bisa pergi ke sana untuk mengabarkan Injil. Hal ini bukanlah suatu kebetulan, tetapi karena Tuhan mengasihi dan ingin menyelamatkan mereka. Teens, penganiayaan tidak pernah berhasil menghabisi orang Kristen. Orang-orang Kristen semakin dibabat semakin merambat.
(Matius 5:10) “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Kisah Para Rasul 8:4-8
T k d uh r i i eak ai n:
6
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



