
9 Februari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 9 Februari 2010
Gosyen
Kejadian 46:28-34
Pekerjaan halus atau kasar, pekerjaan dengan otak atau otot, pekerjaan di istana maupun di padang, bila dilakukan dengan kasih dan setia adalah mulia. Tetapi tidak demikian dengan orang Mesir. Pekerjaan sebagai gembala kambing domba dipandang rendah dan dianggap sebagai kekejian bagi orang Mesir (Filipi 4:6) (Kej. 46:34b). Rencana Yusuf untuk menempatkan keluarganya di tanah Gosyen adalah demi kebaikan bersama. Ia tidak menghendaki keluarganya yang berprofesi sebagai gembala akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang Mesir. Ia berencana menempatkan mereka di sebelah Timur Delta Sungai Nil, agar tidak dekat dengan pemukiman penduduk setempat. Selain terasing, daerah tersebut sangat subur sehingga cocok sekali untuk peternakan keluarga Yakub. Tempat itu memberi kemudahan bagi Yusuf untuk memelihara keluarga Yakub (Israel), baik dalam kesukaran saat itu maupun di masa yang akan datang. Pengasingan itu pun memungkinkan orang-orang Israel memelihara hidup kudus dan kebudayaan perjanjian. Di sana mereka dapat dengan leluasa beribadah, bersekutu dan bertumbuh. Di tanah Gosyen Yusuf bertemu dengan ayahnya. Kerinduan Yusuf yang lama terpendam untuk bertemu kembali dengan sang ayah akhirnya menjadi kenyataan. Pertemuan tak terduga dengan anak tercinta itu pun membuat Yakub sangat bahagia. Tanah Gosyen itulah yang kemudian diberikan Firaun menjadi pemukiman Israel (Kej. 47:6). Mereka beribadah, bekerja, beranakcucu, dan hidup berkecukupan di sana. Teens, tempat yang terasing dapat menjadi tempat yang produktif bila dimanfaatkan dengan baik dan benar. Pekerjaan yang dianggap kasar bisa mendatangkan keuntungan dan menjadi jembatan untuk meraih keberhasilan bila dilakukan dengan baik, setia dan kreatif. Oleh karena itu, di mana pun kamu tinggal dan apa pun profesimu kelak, tetaplah bersyukur dan bekerja.
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
T k d uh r i i eak ai n:
53
Selasa, 9 Februari 2010
Gosyen
Kejadian 46:28-34
Pekerjaan halus atau kasar, pekerjaan dengan otak atau otot, pekerjaan di istana maupun di padang, bila dilakukan dengan kasih dan setia adalah mulia. Tetapi tidak demikian dengan orang Mesir. Pekerjaan sebagai gembala kambing domba dipandang rendah dan dianggap sebagai kekejian bagi orang Mesir (Filipi 4:6) (Kej. 46:34b). Rencana Yusuf untuk menempatkan keluarganya di tanah Gosyen adalah demi kebaikan bersama. Ia tidak menghendaki keluarganya yang berprofesi sebagai gembala akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang Mesir. Ia berencana menempatkan mereka di sebelah Timur Delta Sungai Nil, agar tidak dekat dengan pemukiman penduduk setempat. Selain terasing, daerah tersebut sangat subur sehingga cocok sekali untuk peternakan keluarga Yakub. Tempat itu memberi kemudahan bagi Yusuf untuk memelihara keluarga Yakub (Israel), baik dalam kesukaran saat itu maupun di masa yang akan datang. Pengasingan itu pun memungkinkan orang-orang Israel memelihara hidup kudus dan kebudayaan perjanjian. Di sana mereka dapat dengan leluasa beribadah, bersekutu dan bertumbuh. Di tanah Gosyen Yusuf bertemu dengan ayahnya. Kerinduan Yusuf yang lama terpendam untuk bertemu kembali dengan sang ayah akhirnya menjadi kenyataan. Pertemuan tak terduga dengan anak tercinta itu pun membuat Yakub sangat bahagia. Tanah Gosyen itulah yang kemudian diberikan Firaun menjadi pemukiman Israel (Kej. 47:6). Mereka beribadah, bekerja, beranakcucu, dan hidup berkecukupan di sana. Teens, tempat yang terasing dapat menjadi tempat yang produktif bila dimanfaatkan dengan baik dan benar. Pekerjaan yang dianggap kasar bisa mendatangkan keuntungan dan menjadi jembatan untuk meraih keberhasilan bila dilakukan dengan baik, setia dan kreatif. Oleh karena itu, di mana pun kamu tinggal dan apa pun profesimu kelak, tetaplah bersyukur dan bekerja.
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
T k d uh r i i eak ai n:
53
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



