
6 Februari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 6 Februari 2010
Janji Tuhan Bukan Pepesan Kosong
Pepesan harus ada isinya. Kalau hanya bungkusnya yang bagus, tetapi tidak ada isinya, ya jadi pepesan kosong. Demikian pula janji yang muluk(Mazmur 18:31) muluk tetapi tidak ditepati disebut pepesan kosong. Janji Tuhan bukan pepesan kosong. Apa yang telah difirmankan Allah dengan mulut-Nya, dapat dan akan dilakukan dengan tangan-Nya. Apa yang dijanjikan Allah, pasti akan digenapi-Nya. Itulah ciri khas dari Allah menurut Alkitab, sebab firman-Nya tidak akan kembali dengan kosong. Kendatipun demikian, Allah menghendaki agar umat-Nya memiliki iman. Pada saat umat-Nya melangkah dengan iman, maka Allah meneguhkan janji-janji-Nya. Yakub melakukan langkah iman dengan meninggalkan tanah perjanjian. Ia membawa semua anggota keluarga dan segala miliknya. Sesampainya di Bersyeba, Yakub berhenti dan mempersembahkan korban kepada Allah Ishak (ayahnya) untuk mengingat kebaikan Tuhan. Persembahan korban itu mengungkapkan iman dan ketaatan Yakub kepada Allah. Pada saat itulah Allah meneguhkan janji-Nya. Janji Allah merujuk kepada firman-Nya pada masa lampau (ay. 3a) dan mengacu kepada kehidupan di masa yang akan datang (ay. 3b-4). Allah memerintahkan agar Yakub tidak takut, sebab Ia akan membuatnya menjadi bangsa yang besar di Mesir. Ia berjanji untuk menyertai Yakub pergi ke Mesir dan akan membawanya kembali. Ia menyatakan bahwa tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matanya nanti. Janji Allah diterima Yakub dengan iman dan ditindaklanjutinya dengan tindakan ketaatan (ay. 5-7). Teens, janji Tuhan bukanlah pepesan kosong. Apa yang difirmankanNya pasti akan digenapi-Nya. Tetapi Allah menghendaki agar kamu memiliki iman dan ketaatan kepada-Nya.
“Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.”
Kejadian 46:1-7
T k d uh r i i eak ai n:
50
Sabtu, 6 Februari 2010
Janji Tuhan Bukan Pepesan Kosong
Pepesan harus ada isinya. Kalau hanya bungkusnya yang bagus, tetapi tidak ada isinya, ya jadi pepesan kosong. Demikian pula janji yang muluk(Mazmur 18:31) muluk tetapi tidak ditepati disebut pepesan kosong. Janji Tuhan bukan pepesan kosong. Apa yang telah difirmankan Allah dengan mulut-Nya, dapat dan akan dilakukan dengan tangan-Nya. Apa yang dijanjikan Allah, pasti akan digenapi-Nya. Itulah ciri khas dari Allah menurut Alkitab, sebab firman-Nya tidak akan kembali dengan kosong. Kendatipun demikian, Allah menghendaki agar umat-Nya memiliki iman. Pada saat umat-Nya melangkah dengan iman, maka Allah meneguhkan janji-janji-Nya. Yakub melakukan langkah iman dengan meninggalkan tanah perjanjian. Ia membawa semua anggota keluarga dan segala miliknya. Sesampainya di Bersyeba, Yakub berhenti dan mempersembahkan korban kepada Allah Ishak (ayahnya) untuk mengingat kebaikan Tuhan. Persembahan korban itu mengungkapkan iman dan ketaatan Yakub kepada Allah. Pada saat itulah Allah meneguhkan janji-Nya. Janji Allah merujuk kepada firman-Nya pada masa lampau (ay. 3a) dan mengacu kepada kehidupan di masa yang akan datang (ay. 3b-4). Allah memerintahkan agar Yakub tidak takut, sebab Ia akan membuatnya menjadi bangsa yang besar di Mesir. Ia berjanji untuk menyertai Yakub pergi ke Mesir dan akan membawanya kembali. Ia menyatakan bahwa tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matanya nanti. Janji Allah diterima Yakub dengan iman dan ditindaklanjutinya dengan tindakan ketaatan (ay. 5-7). Teens, janji Tuhan bukanlah pepesan kosong. Apa yang difirmankanNya pasti akan digenapi-Nya. Tetapi Allah menghendaki agar kamu memiliki iman dan ketaatan kepada-Nya.
“Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.”
Kejadian 46:1-7
T k d uh r i i eak ai n:
50
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



