Cover Media Cetak

young listener

young listener

13 Januari 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 13 Januari 2010
Penggali Tanah
Matius 25:14-30
“Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.”
Teens, dalam sebuah wawancara saya bertanya kepada Pdt. Natan Setiabudi, mantan ketua PGI: “Mentalitas apa yang saat ini menjadi penghambat kemajuan bangsa Indonesia?” Ia berpikir sejenak dan menjawab, “Kebanyakan orang Indonesia masih (Matius 25:18) menjadi penggali tanah dan kurang menggali pikirannya. Negeri kita sangat kaya dan subur, dan bangsa kita hanya tinggal menggali saja. Tapi sayang, karena kurang menggali pikiran, jadi negeri kita dikuasai oleh teknologi asing, sementara rakyat kita hanya menikmati sedikit saja dari hasil buminya.” Teens, nilai mata uang 1 talenta itu tidak kecil. 1 talenta sama dengan 6000 dinar dan 1 dinar adalah upah pekerja 1 hari. Jika kita menganggap bahwa upah tukang bangunan 1 hari saat ini sebesar Rp60.000,00 maka 1 talenta setara dengan Rp360 juta. Jumlah yang tidak sedikit, bukan? Jika kita menggali pikiran kita, maka kita akan mendapatkan inspirasi untuk menggunakan uang itu sebagai modal kerja agar dapat menghasilkan keuntungan. Namun hamba yang tidak setia itu justru menggali tanah dan menguburnya. Ia tidak bersedia untuk mengembangkan modal yang telah dipercayakan kepadanya. Lebih buruk lagi, hamba yang semestinya mengabdi sepenuhnya kepada tuannya itu, justru menuduh tuannya sebagai tuan yang lalim. Hamba yang malas dan tidak bisa dipercaya ini, tentu tidak dapat diberi tanggung jawab. Teens, bangsa yang menikmati hidup dengan hanya sebagai “penggali tanah”, tentu tidak akan semakmur bangsa yang menggali pikirannya untuk berkarya. Dengan menggali pikiran, maka seseorang mampu berdaya cipta, sehingga bahan mentah yang digali dari tanah memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi setelah diolah lebih lanjut. Bangsa kita lebih banyak menyerahkan hasil buminya untuk diolah oleh bangsa asing, sehingga kemakmuran yang lebih besar bukan menjadi milik kita. Teens, jika kalian ingin maju, galilah setiap potensi yang ada dalam dirimu.
T k d uh r i i eak ai n:
14
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.