
7 Januari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 7 Januari 2010
Teguh Pada Pendirian
Kejadian 6:9-22
Karena iman, maka Nuh ... mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; ... menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.
Seorang pelajar Kristen mengikuti pendidikan di sebuah SMA Negeri. Ia sadar bahwa dirinya adalah kaum minoritas, namun ketekunannya dalam belajar tidak mengecewakan. Ia juga menjadi penggerak untuk mengadakan persekutuan un(Ibrani 11:7) tuk teman-teman seiman, di setiap hari Jumat siang. Menghadapi Ujian Nasional yang konon dianggap sulit, maka ia dan beberapa temannya ditawari bocoran jawaban, bukan hanya oleh teman-temannya, bahkan oleh seorang guru yang mengaku sebagai orang dalam di panitia penyelenggara. Menggiurkan memang, namun ia tetap mengambil pendirian untuk lulus dengan cara yang jujur. Inilah Nuh-Nuh masa kini. Teens, dalam bacaan kita hari ini dikisahkah tentang Nuh. Ia hidup bergaul dengan Tuhan, sementara kehidupan manusia pada masanya tidaklah demikian. Tuhan menilai bahwa kehidupan manusia di muka bumi semakin bertambah rusak. Kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan dan penuh dengan kekerasan, sehingga Tuhan memutuskan untuk menghapuskan manusia dari muka bumi dengan air bah. Hanya Nuh bersama isteri, tiga orang anaknya dan tiga orang mantunya yang diselamatkan. Sekalipun Nuh dan keluarganya dianggap orang aneh, namun ia tetap teguh pada pendiriannya untuk mengikuti perintah Tuhan mendirikan bahtera. Dapat kita bayangkan bagaimana orang-orang pada masa itu mengejek dia, karena mendirikan bahtera di tempat yang tidak lazim. Namun Nuh memilih tetap percaya pada apa yang diperintahkan Tuhan. Teens, kita harus berani berpegang teguh pada pendirian sebagai anakanak Tuhan, sekalipun kita dianggap aneh dan berbeda dengan dunia ini. Mempertahankan kehidupan yang jujur dan jauh dari kejahatan adalah ciri dari orang yang hidup bergaul dengan Tuhan. Dialah yang akan dipakai Tuhan untuk mengubah dunia ini.
T k d uh r i i eak ai n:
8
Kamis, 7 Januari 2010
Teguh Pada Pendirian
Kejadian 6:9-22
Karena iman, maka Nuh ... mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; ... menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.
Seorang pelajar Kristen mengikuti pendidikan di sebuah SMA Negeri. Ia sadar bahwa dirinya adalah kaum minoritas, namun ketekunannya dalam belajar tidak mengecewakan. Ia juga menjadi penggerak untuk mengadakan persekutuan un(Ibrani 11:7) tuk teman-teman seiman, di setiap hari Jumat siang. Menghadapi Ujian Nasional yang konon dianggap sulit, maka ia dan beberapa temannya ditawari bocoran jawaban, bukan hanya oleh teman-temannya, bahkan oleh seorang guru yang mengaku sebagai orang dalam di panitia penyelenggara. Menggiurkan memang, namun ia tetap mengambil pendirian untuk lulus dengan cara yang jujur. Inilah Nuh-Nuh masa kini. Teens, dalam bacaan kita hari ini dikisahkah tentang Nuh. Ia hidup bergaul dengan Tuhan, sementara kehidupan manusia pada masanya tidaklah demikian. Tuhan menilai bahwa kehidupan manusia di muka bumi semakin bertambah rusak. Kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan dan penuh dengan kekerasan, sehingga Tuhan memutuskan untuk menghapuskan manusia dari muka bumi dengan air bah. Hanya Nuh bersama isteri, tiga orang anaknya dan tiga orang mantunya yang diselamatkan. Sekalipun Nuh dan keluarganya dianggap orang aneh, namun ia tetap teguh pada pendiriannya untuk mengikuti perintah Tuhan mendirikan bahtera. Dapat kita bayangkan bagaimana orang-orang pada masa itu mengejek dia, karena mendirikan bahtera di tempat yang tidak lazim. Namun Nuh memilih tetap percaya pada apa yang diperintahkan Tuhan. Teens, kita harus berani berpegang teguh pada pendirian sebagai anakanak Tuhan, sekalipun kita dianggap aneh dan berbeda dengan dunia ini. Mempertahankan kehidupan yang jujur dan jauh dari kejahatan adalah ciri dari orang yang hidup bergaul dengan Tuhan. Dialah yang akan dipakai Tuhan untuk mengubah dunia ini.
T k d uh r i i eak ai n:
8
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



