
4 Januari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 4 Januari 2010
Coolie Mentality
Keluaran 16:1-12
Krisis global yang melanda Amerika telah menyebabkan kemunduran mentalitas bagi sebagian orang yang kehilangan pekerjaan. Pasalnya sekelompok anak muda sengaja melakukan kejahatan kecil, supaya ditangkap polisi. Ujung-ujungnya mereka dipenjarakan antara 3 bulan sampai 1 tahun. Mereka (Keluaran 16:3a) marah, kecewa? Tidak. Mereka senang, karena bisa tidur dan makan gratis di penjara, tanpa harus bekerja keras. Aneh, bukan? Tapi ini sebuah kenyataan. Teens, judul di atas bukan mau mendiskreditkan orang-orang yang pekerjaannya sebagai kuli. Namun ungkapan yang sempat diucapkan oleh Presiden Soekarno ini, mau menegaskan tentang orang-orang yang melakukan pekerjaan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan perut saja. Orang yang demikian tidak berpikir lebih jauh, terkait dengan soal martabat dan harga diri sebagai manusia. Seperti yang dialami oleh bangsa Israel yang keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Tampaknya mereka lebih suka untuk tetap menjadi budak, yang penting bisa tetap makan. Mereka tidak memikirkan soal kebebasan dan martabat sebagai bangsa pilihan Allah. Ketika mereka menghadapi tantangan dalam perjuangan menjadi bangsa merdeka, mereka justru menoleh ke belakang, seakan-akan lebih suka menjadi budak di negeri orang. Memang butuh proses untuk mengubah bangsa bermentalitas budak menjadi bangsa merdeka. Karena itu Tuhan membiarkan mereka selama 40 tahun di padang gurun untuk mengalami proses pendidikan, sebelum mereka memasuki tanah perjanjian. Teens, jika sekarang kita menjalani proses pendidikan, tentu tujuannya adalah agar kita bisa mengalami pertumbuhan menjadi manusia yang lebih bermartabat. Memang sekolah penting agar kelak kita bisa bekerja dan menghasilkan uang demi memperoleh penghidupan. Namun bukan hanya itu, kita perlu dipanggil untuk berkarya demi kemajuan bangsa ini dan untuk kemuliaan nama Tuhan juga.
“Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang!”
T k d uh r i i eak ai n:
5
Senin, 4 Januari 2010
Coolie Mentality
Keluaran 16:1-12
Krisis global yang melanda Amerika telah menyebabkan kemunduran mentalitas bagi sebagian orang yang kehilangan pekerjaan. Pasalnya sekelompok anak muda sengaja melakukan kejahatan kecil, supaya ditangkap polisi. Ujung-ujungnya mereka dipenjarakan antara 3 bulan sampai 1 tahun. Mereka (Keluaran 16:3a) marah, kecewa? Tidak. Mereka senang, karena bisa tidur dan makan gratis di penjara, tanpa harus bekerja keras. Aneh, bukan? Tapi ini sebuah kenyataan. Teens, judul di atas bukan mau mendiskreditkan orang-orang yang pekerjaannya sebagai kuli. Namun ungkapan yang sempat diucapkan oleh Presiden Soekarno ini, mau menegaskan tentang orang-orang yang melakukan pekerjaan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan perut saja. Orang yang demikian tidak berpikir lebih jauh, terkait dengan soal martabat dan harga diri sebagai manusia. Seperti yang dialami oleh bangsa Israel yang keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Tampaknya mereka lebih suka untuk tetap menjadi budak, yang penting bisa tetap makan. Mereka tidak memikirkan soal kebebasan dan martabat sebagai bangsa pilihan Allah. Ketika mereka menghadapi tantangan dalam perjuangan menjadi bangsa merdeka, mereka justru menoleh ke belakang, seakan-akan lebih suka menjadi budak di negeri orang. Memang butuh proses untuk mengubah bangsa bermentalitas budak menjadi bangsa merdeka. Karena itu Tuhan membiarkan mereka selama 40 tahun di padang gurun untuk mengalami proses pendidikan, sebelum mereka memasuki tanah perjanjian. Teens, jika sekarang kita menjalani proses pendidikan, tentu tujuannya adalah agar kita bisa mengalami pertumbuhan menjadi manusia yang lebih bermartabat. Memang sekolah penting agar kelak kita bisa bekerja dan menghasilkan uang demi memperoleh penghidupan. Namun bukan hanya itu, kita perlu dipanggil untuk berkarya demi kemajuan bangsa ini dan untuk kemuliaan nama Tuhan juga.
“Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang!”
T k d uh r i i eak ai n:
5
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



