
2 Januari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 2 Januari 2010
Termakan Iklan
Markus 15:1-15
Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.
Teens, belakangan ini banyak remaja lagi gandrung sama BB alias BlackBerry. Wah kesannya keren banget kalo lagi ngomong dan chatting pakai BB. “Sebetulnya nggak butuh-butuh banget sih punya BB, (Markus 15:11) tapi karena teman-teman kebanyakan pakai BB untuk ngobrol dan nyimpen data-data, rasanya jadi ketinggalan kalo nggak punya. Lagian iklannya juga gencar banget, sih,” demikian ungkapan seorang remaja yang saya temui di gereja. Nah, ini yang namanya kemakan iklan atau dengan istilah lain, termakan hasutan. Orang yang suka termakan hasutan adalah orang yang tidak punya pendirian, alias ngikut apa kata orang, termasuk ikut-ikutan apa yang lagi ngetrend. Teens, ketika Pontius Pilatus mengadili Tuhan Yesus, ia tahu benar bahwa Yesus tidak bersalah. Namun untuk menyenangkan orang banyak yang berkerumun untuk mendengar keputusan Pilatus, ia mencari jalan keluar lain. Ia memperhadapkan Barabas yang dianggap sebagai penjahat kelas kakap, dengan harapan agar orang banyak akan memilih Yesus untuk dibebaskan. Di luar dugaan, ternyata orang banyak telah terhasut oleh omongan para imam kepala untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan. Maka terdengarlah suara yang sepakat penuh untuk ‘salibkan Yesus, bebaskan Barabas’. Apa kriteria penyaliban Yesus dan pertimbangan untuk membebaskan Barabas? Tidak jelas! Yang jelas bahwa orang banyak termakan hasutan para imam, sehingga mereka meneriakkan keputusan yang bukan didasarkan pada pertimbangan yang matang. Mereka hanya ikut-ikutan berteriak, tanpa mengerti persoalan sebenarnya. Lebih jahat lagi adalah orang yang paling tahu persoalan sebenarnya, namun membodohi dan menyesatkan orang banyak. Teens, apakah kamu adalah salah satu dari orang banyak itu? Maksudnya adalah orang yang kalau mengambil keputusan tidak didasarkan pada pertimbangan yang matang, alias ikut-ikutan. Waspadalah!
T k d uh r i i eak ai n:
3
Sabtu, 2 Januari 2010
Termakan Iklan
Markus 15:1-15
Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.
Teens, belakangan ini banyak remaja lagi gandrung sama BB alias BlackBerry. Wah kesannya keren banget kalo lagi ngomong dan chatting pakai BB. “Sebetulnya nggak butuh-butuh banget sih punya BB, (Markus 15:11) tapi karena teman-teman kebanyakan pakai BB untuk ngobrol dan nyimpen data-data, rasanya jadi ketinggalan kalo nggak punya. Lagian iklannya juga gencar banget, sih,” demikian ungkapan seorang remaja yang saya temui di gereja. Nah, ini yang namanya kemakan iklan atau dengan istilah lain, termakan hasutan. Orang yang suka termakan hasutan adalah orang yang tidak punya pendirian, alias ngikut apa kata orang, termasuk ikut-ikutan apa yang lagi ngetrend. Teens, ketika Pontius Pilatus mengadili Tuhan Yesus, ia tahu benar bahwa Yesus tidak bersalah. Namun untuk menyenangkan orang banyak yang berkerumun untuk mendengar keputusan Pilatus, ia mencari jalan keluar lain. Ia memperhadapkan Barabas yang dianggap sebagai penjahat kelas kakap, dengan harapan agar orang banyak akan memilih Yesus untuk dibebaskan. Di luar dugaan, ternyata orang banyak telah terhasut oleh omongan para imam kepala untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan. Maka terdengarlah suara yang sepakat penuh untuk ‘salibkan Yesus, bebaskan Barabas’. Apa kriteria penyaliban Yesus dan pertimbangan untuk membebaskan Barabas? Tidak jelas! Yang jelas bahwa orang banyak termakan hasutan para imam, sehingga mereka meneriakkan keputusan yang bukan didasarkan pada pertimbangan yang matang. Mereka hanya ikut-ikutan berteriak, tanpa mengerti persoalan sebenarnya. Lebih jahat lagi adalah orang yang paling tahu persoalan sebenarnya, namun membodohi dan menyesatkan orang banyak. Teens, apakah kamu adalah salah satu dari orang banyak itu? Maksudnya adalah orang yang kalau mengambil keputusan tidak didasarkan pada pertimbangan yang matang, alias ikut-ikutan. Waspadalah!
T k d uh r i i eak ai n:
3
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



