Cover Media Cetak

young listener

young listener

30 Juli 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Jumat, 30 Juli 2010
KARIB DENGAN TUHAN
“Kak, mengapa sih kita menyapa Tuhan Allah dengan sebutan Bapa, apa Tuhan Allah itu memang benar laki-laki?” tanya Kiki. “Ooo... Allah itu diandaikan dan disapa dengan banyak sebutan, Ki. Sebutan Bapa itu menunjukkan kepada sifat-Nya yang melindungi dan membela umat-Nya tanpa henti. Kalau kamu baca di Yesaya 53:7, Tuhan juga digambarkan sebagai induk domba yang membiarkan dirinya dikurbankan; di Matius 23:37 dan Lukas 13:34, Tuhan digambarkan seperti induk ayam yang rindu untuk melindungi, merawat anakanaknya dengan tulus,” jawab Kak Kiddy menerangkan. Adik-adik, yuk kita baca Keluaran 33:7-11. Penulis Kitab Keluaran menggambarkan Tuhan Allah sebagai seorang teman karib yang mau berbincang akrab bersama Musa. Mengapa itu bisa terjadi? Karena Musa sangat bertekun mau mendengarkan kehendak juga perasaan hati Tuhan Allahnya. Bahkan Musa juga bebas untuk mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan Allah, entah saat ia merasa senang, takut, sedih, gembira. Musa selalu berbicara dan mendengarkan Tuhan Allah. Adik-adik, apakah kalian mau berteman karib dengan Tuhan Allah? Dan TUHAN berbicara kepada Musa Bisa lho... Bagaimana caranya? Tentu dengan berhadapan muka dengan mendengar kehendak Tuhan seperti seorang berbicara kepada temannya yang disampaikan melalui cerita di Se(Keluaran 33:11) kolah Minggu, di renungan Kiddy. Bahkan kamu juga dapat menceritakan apa pun yang kamu rasakan kepada Tuhan. Mau? Yuk!
Doa:
Bapa sorgawi, terimalah aku menjadi teman karib-Mu, yang mau berbicara dan mendengarkan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.