Cover Media Cetak

young listener

young listener

14 Juli 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 14 Juli 2010
TETAP HORMAT DAN SOPAN TETAP HORMAT SOPAN
... “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”
(Keluaran 3:5)
“Selamat sore, Kak Santi!” kata Didi sambil memegang dan menggoyang-goyangkan kepalanya Kak Santi. “Didi! Kamu koq nggak sopan gitu sih!” seru Kak Santi kelihatan tidak senang. “Lho, Kak Santi ‘kan kakakku, jadi boleh dong kupegang-pegang!” sahut Didi. “Didi, meskipun Santi itu kakakmu dan kalian sangat akrab, tetapi kamu tetap tidak boleh memegang-megang kepala Kak Santi begitu. Itu tidak sopan,” kata Mama menasihati. Adik-adik, mari kita baca Keluaran 3:2-6. Allah yang Mahakudus itu menghampiri Musa. IA tidak lagi tinggal diam di sorga, tetapi IA mau mendatangi manusia dan menyapanya dalam kedekatan. Namun demikian, Allah mengingatkan Musa untuk menanggalkan kasut dan juga untuk tidak mendatangi-Nya terlalu dekat. Tetap harus ada jarak antara DIA dengan manusia. Karena Allah itu Mahakudus dan manusia itu berdosa. Terhadap sesama manusia, entah saudara, entah teman atau sahabat, kita diminta untuk tetap menaruh hormat dengan bersikap sopan. Apalagi terhadap Tuhan Allah. Tentu kita juga harus penuh hormat dan sopan. Karena itu, cobalah untuk memilih baju yang pantas jika kalian hendak Sekolah Minggu. Pakailah sepatu dan berusahalah untuk tidak datang terlambat. Begitu juga saat berdoa, jangan sambil tiduran, tetapi ambillah sikap hormat dan sopan.
Doa:
Bapa, tolonglah aku untuk dapat bersikap sopan dan hormat, baik terhadap sesama terlebih terhadap Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.