
14 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 14 Juni 2010
TIDAK JAIL
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan
(Amsal 8:13a)
Saat bel istirahat berbunyi, Ray langsung mengambil kotak makan. Dia sudah lapar sehingga ingin memakan makanan yang dibawanya dengan cepat. Dia sangat menikmati makanan itu. Ketika melihat Ray makan, timbul niat tidak baik Badu untuk mengganggunya. Ia tahu bahwa Ray tidak dapat mendengar dengan baik. Maka dia menyusun sebuah rencana untuk mengagetkannya. Dia sengaja berbicara dengan volume keras pada Ray. “Hai, Ray! Makan apa kamu?” teriak Badu di telinga Ray sambil memukul punggungnya. Ray menjadi kaget sehingga menumpahkan seluruh makanannya. Ia terdiam dan hanya melihat makanannya yang tumpah. Namun, Badu merasa senang karena rencananya berhasil. Dia tertawa terbahak-bahak sambil bertolak pinggang di hadapan Ray. Adik-adik, yuk kita baca Amsal 8:1-13. Penulis Kitab Amsal mengingatkan bahwa orang berhikmat adalah orang yang takut akan Allah. Sikap takut akan Allah akan terlihat melalui perbuatan yang membenci kejahatan. Dia akan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak memperlihatkan kasih kepada Allah dan manusia. Dia juga hanya suka mengucapkan kata-kata yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Adik-adik, perbuatan Badu di atas tidak memperlihatkan sikap anak yang takut akan Allah. Mari kita menjadi anak yang takut akan Allah dengan cara berbuat baik, termasuk tidak berbuat jail pada teman.
Doa:
Bapa di sorga, mampukan aku menjadi anak yang takut akan Engkau dalam kehidupanku. Dalam nama Yesus, aku meminta. Amin.
Senin, 14 Juni 2010
TIDAK JAIL
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan
(Amsal 8:13a)
Saat bel istirahat berbunyi, Ray langsung mengambil kotak makan. Dia sudah lapar sehingga ingin memakan makanan yang dibawanya dengan cepat. Dia sangat menikmati makanan itu. Ketika melihat Ray makan, timbul niat tidak baik Badu untuk mengganggunya. Ia tahu bahwa Ray tidak dapat mendengar dengan baik. Maka dia menyusun sebuah rencana untuk mengagetkannya. Dia sengaja berbicara dengan volume keras pada Ray. “Hai, Ray! Makan apa kamu?” teriak Badu di telinga Ray sambil memukul punggungnya. Ray menjadi kaget sehingga menumpahkan seluruh makanannya. Ia terdiam dan hanya melihat makanannya yang tumpah. Namun, Badu merasa senang karena rencananya berhasil. Dia tertawa terbahak-bahak sambil bertolak pinggang di hadapan Ray. Adik-adik, yuk kita baca Amsal 8:1-13. Penulis Kitab Amsal mengingatkan bahwa orang berhikmat adalah orang yang takut akan Allah. Sikap takut akan Allah akan terlihat melalui perbuatan yang membenci kejahatan. Dia akan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak memperlihatkan kasih kepada Allah dan manusia. Dia juga hanya suka mengucapkan kata-kata yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Adik-adik, perbuatan Badu di atas tidak memperlihatkan sikap anak yang takut akan Allah. Mari kita menjadi anak yang takut akan Allah dengan cara berbuat baik, termasuk tidak berbuat jail pada teman.
Doa:
Bapa di sorga, mampukan aku menjadi anak yang takut akan Engkau dalam kehidupanku. Dalam nama Yesus, aku meminta. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



