
12 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 12 Juni 2010
TIDAK PERLU MALU PERLU MALU
“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,”
(Yesaya 43:4a)
“Hai, Yani, kenapa sih badanmu tidak bertambah tinggi?” tanya Badu meledek. “Kurang vitamin kali, makanya nggak tinggi!” sambar Bandi. Kemudian mereka tertawa senang sambil meninggalkan Yani. Yani merasa sedih sekali. Ketika ia bersedih karena perbuatan mereka, wajah murungnya terlihat oleh Kiki. “Kenapa kamu?” tanya Kiki. “Kenapa Tuhan tidak menciptakanku dengan tubuh yang sama seperti anak lainnya? Aku malu! Teman-teman selalu mengejekku karena pendek, seperti Badu dan Bandi,” jawab Yani dengan sedih. “Kamu tidak perlu bersedih. Kamu harus menerima keberadaan dirimu. Ingat, tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Badu, misalnya, tidak pendek, tapi dia suka iseng. Kamu memang pendek, tapi pasti Tuhan memberikan suatu kelebihan padamu. Kamu harus bangga dengan yang kamu miliki. Semua manusia berharga di mata Tuhan,” kata Kiki menenangkan. Adik-adik, ayo kita baca Yesaya 43:1-7. Nabi Yesaya mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka berharga di mata Allah. Meskipun mereka sering melawan perintah-Nya, Ia tetap mengasihi. Mereka tetap mulia di hadapan Allah. Nah, Adik-adik, kita juga berharga di mata Allah. Meskipun kita pendek, terlalu tinggi, gemuk, kurus, tidak pandai, miskin, Allah tetap mengasihi. Di balik kekurangan kita, Allah pasti memberikan kelebihan. Jadi, kita tidak perlu malu dengan keberadaan diri kita.
Doa:
Bapa di sorga, beri aku kekuatan menerima seluruh keberadaan diriku supaya aku bisa mensyukurinya. Dalam nama Yesus. Amin.
Sabtu, 12 Juni 2010
TIDAK PERLU MALU PERLU MALU
“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,”
(Yesaya 43:4a)
“Hai, Yani, kenapa sih badanmu tidak bertambah tinggi?” tanya Badu meledek. “Kurang vitamin kali, makanya nggak tinggi!” sambar Bandi. Kemudian mereka tertawa senang sambil meninggalkan Yani. Yani merasa sedih sekali. Ketika ia bersedih karena perbuatan mereka, wajah murungnya terlihat oleh Kiki. “Kenapa kamu?” tanya Kiki. “Kenapa Tuhan tidak menciptakanku dengan tubuh yang sama seperti anak lainnya? Aku malu! Teman-teman selalu mengejekku karena pendek, seperti Badu dan Bandi,” jawab Yani dengan sedih. “Kamu tidak perlu bersedih. Kamu harus menerima keberadaan dirimu. Ingat, tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Badu, misalnya, tidak pendek, tapi dia suka iseng. Kamu memang pendek, tapi pasti Tuhan memberikan suatu kelebihan padamu. Kamu harus bangga dengan yang kamu miliki. Semua manusia berharga di mata Tuhan,” kata Kiki menenangkan. Adik-adik, ayo kita baca Yesaya 43:1-7. Nabi Yesaya mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka berharga di mata Allah. Meskipun mereka sering melawan perintah-Nya, Ia tetap mengasihi. Mereka tetap mulia di hadapan Allah. Nah, Adik-adik, kita juga berharga di mata Allah. Meskipun kita pendek, terlalu tinggi, gemuk, kurus, tidak pandai, miskin, Allah tetap mengasihi. Di balik kekurangan kita, Allah pasti memberikan kelebihan. Jadi, kita tidak perlu malu dengan keberadaan diri kita.
Doa:
Bapa di sorga, beri aku kekuatan menerima seluruh keberadaan diriku supaya aku bisa mensyukurinya. Dalam nama Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



