
3 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 3 Juni 2010
SAA TERTIB SAAT BELAJAR
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
(2 Timotius 1:7)
Saat pelajaran Menggambar, Badu dan Andi bermain. Mereka tidak memerhatikan Ibu Nina. Selesai menjelaskan, seluruh murid mulai menggambar. Namun, Badu dan Andi belum membuat apa pun karena tidak mengetahui tugasnya. “Kenapa belum menggambar? Apa buku gambar kalian ketinggalan?” tanya Ibu Nina. “Tidak, Bu! Kami tidak tahu apa yang harus digambar. Teman-teman tidak ada yang mau memberitahu,” jawab Andi membela diri. “Kamu tidak perlu bertanya lagi pada teman bila memerhatikan. Kamu pasti tahu. Jadi, kamu tidak perlu bingung seperti saat ini. Ibu perhatikan kalian berbicara ketika Ibu menjelaskan,” kata Ibu Nina sambil menasihati. Adik-adik, coba kita baca 2 Timotius 1:3-18. Bagian ini merupakan ucapan syukur Paulus karena iman Timotius kepada Allah. Ia menumpangkan tangan atas Timotius agar roh membangkitkan ketertiban dalam dirinya. Maksudnya roh akan membantu Timotius melaksanakan pekerjaan Allah. Semangat kesaksiannya itu tidak bersifat sementara saja. Namun, ia melakukannya dengan tertib dan berkelanjutan. Adik-adik, kita perlu meneladani ketertiban Timotius, agar kedisiplinan kita ketika belajar tidak bersifat sementara saja, seperti Badu dan Andi. Sebaliknya, kita mampu menertibkan diri setiap saat ketika belajar. Mari kita meminta kepada Allah supaya memberikan roh yang membangkitkan ketertiban dalam diri kita.
Doa:
Bapa yang di sorga, beri aku kekuatan untuk menjaga ketertiban di dalam kelas. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
Kamis, 3 Juni 2010
SAA TERTIB SAAT BELAJAR
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
(2 Timotius 1:7)
Saat pelajaran Menggambar, Badu dan Andi bermain. Mereka tidak memerhatikan Ibu Nina. Selesai menjelaskan, seluruh murid mulai menggambar. Namun, Badu dan Andi belum membuat apa pun karena tidak mengetahui tugasnya. “Kenapa belum menggambar? Apa buku gambar kalian ketinggalan?” tanya Ibu Nina. “Tidak, Bu! Kami tidak tahu apa yang harus digambar. Teman-teman tidak ada yang mau memberitahu,” jawab Andi membela diri. “Kamu tidak perlu bertanya lagi pada teman bila memerhatikan. Kamu pasti tahu. Jadi, kamu tidak perlu bingung seperti saat ini. Ibu perhatikan kalian berbicara ketika Ibu menjelaskan,” kata Ibu Nina sambil menasihati. Adik-adik, coba kita baca 2 Timotius 1:3-18. Bagian ini merupakan ucapan syukur Paulus karena iman Timotius kepada Allah. Ia menumpangkan tangan atas Timotius agar roh membangkitkan ketertiban dalam dirinya. Maksudnya roh akan membantu Timotius melaksanakan pekerjaan Allah. Semangat kesaksiannya itu tidak bersifat sementara saja. Namun, ia melakukannya dengan tertib dan berkelanjutan. Adik-adik, kita perlu meneladani ketertiban Timotius, agar kedisiplinan kita ketika belajar tidak bersifat sementara saja, seperti Badu dan Andi. Sebaliknya, kita mampu menertibkan diri setiap saat ketika belajar. Mari kita meminta kepada Allah supaya memberikan roh yang membangkitkan ketertiban dalam diri kita.
Doa:
Bapa yang di sorga, beri aku kekuatan untuk menjaga ketertiban di dalam kelas. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



