
1 Juni 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 1 Juni 2010
PAK! PERMISI, PAK!
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri ….
(1 Korintus 13:5)
Kkrrrriiiinggggg… bel berbunyi, tanda waktu masuk kelas. Semua murid berbaris di depan kelas. Kemudian mereka masuk satu per satu dengan tertib. Setelah 15 menit bel berbunyi, Badu membuka pintu dan langsung masuk kelas tanpa permisi. Pak Kamto yang saat itu sedang mengajar, kaget dengan sikap Badu. “Badu, kemari kamu! Kenapa kamu masuk tanpa permisi? Pelajaran sudah dimulai. Guru dan temanteman sudah berada di dalam kelas. Jadi, sebaiknya kamu memberi salam dan meminta izin untuk mengikuti pelajaran,” tegur Pak Kamto mengingatkan. “Maaf, Pak! Saya lupa,” jawab Badu singkat. Kemudian Pak Kamto mengizinkan Badu duduk. Adik-adik, Rasul Paulus mengingatkan orang-orang Kristen di Korintus agar hidup dalam kasih. Salah satu perbuatan kasih yang dimaksud Paulus adalah bersikap sopan pada siapa saja. Cara Badu di atas ketika masuk ke dalam kelas bukan merupakan contoh sikap yang dimaksud oleh Rasul Paulus. Seharusnya ia meminta izin terlebih dahulu ketika masuk ke dalam kelas. Mari kita baca 1 Korintus 13:5. Adik-adik, mari kita bersikap sopan kepada siapa saja sebagai bukti kasih kita. Kita dapat melakukannya dengan cara memberi salam, “Permisi, Pak! atau Permisi, Bu!” ketika masuk ke dalam kelas. Sebaiknya kita juga bersikap demikian ketika memasuki kelas orang lain.
Doa:
Bapa yang di sorga, tolonglah aku agar menjadi anak yang bersikap sopan melalui perbuatan dan perkataan. Dalam nama Yesus, aku memohon. Amin.
Selasa, 1 Juni 2010
PAK! PERMISI, PAK!
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri ….
(1 Korintus 13:5)
Kkrrrriiiinggggg… bel berbunyi, tanda waktu masuk kelas. Semua murid berbaris di depan kelas. Kemudian mereka masuk satu per satu dengan tertib. Setelah 15 menit bel berbunyi, Badu membuka pintu dan langsung masuk kelas tanpa permisi. Pak Kamto yang saat itu sedang mengajar, kaget dengan sikap Badu. “Badu, kemari kamu! Kenapa kamu masuk tanpa permisi? Pelajaran sudah dimulai. Guru dan temanteman sudah berada di dalam kelas. Jadi, sebaiknya kamu memberi salam dan meminta izin untuk mengikuti pelajaran,” tegur Pak Kamto mengingatkan. “Maaf, Pak! Saya lupa,” jawab Badu singkat. Kemudian Pak Kamto mengizinkan Badu duduk. Adik-adik, Rasul Paulus mengingatkan orang-orang Kristen di Korintus agar hidup dalam kasih. Salah satu perbuatan kasih yang dimaksud Paulus adalah bersikap sopan pada siapa saja. Cara Badu di atas ketika masuk ke dalam kelas bukan merupakan contoh sikap yang dimaksud oleh Rasul Paulus. Seharusnya ia meminta izin terlebih dahulu ketika masuk ke dalam kelas. Mari kita baca 1 Korintus 13:5. Adik-adik, mari kita bersikap sopan kepada siapa saja sebagai bukti kasih kita. Kita dapat melakukannya dengan cara memberi salam, “Permisi, Pak! atau Permisi, Bu!” ketika masuk ke dalam kelas. Sebaiknya kita juga bersikap demikian ketika memasuki kelas orang lain.
Doa:
Bapa yang di sorga, tolonglah aku agar menjadi anak yang bersikap sopan melalui perbuatan dan perkataan. Dalam nama Yesus, aku memohon. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



