Cover Media Cetak

young listener

young listener

15 Mei 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 15 Mei 2010
KECIL-KECIL KECIL-KECIL CABE RAWIT
“Jangan katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi ....”
(Yeremia 1:7)
“Kiki, tolong petikkan beberapa buah cabai di pot depan. Mama akan membuat sambal!” pinta Mama kepada Kiki. “Baik, Ma!” sahut Kiki. Tidak lama kemudian Kiki kembali ke dapur dengan membawa segenggam cabai merah. “Pintar sekali kamu, Ki!” puji Mama. “Memangnya kenapa, Ma? Cabai kan gampang dikenali, sehingga Kiki cepat mengambilnya,” papar Kiki dengan agak malu. “Maksud Mama begini, Ki. Kamu tidak memetik cabai yang di pot sebelah kanan. Karena cabai di pot sebelah kanan itu cabai rawit, pedas sekali,” sambung Mama. “Tapi kan cabainya jauh lebih kecil dibanding yang aku petik, Ma,” sambung Kiki. “Benar, cabai rawit lebih pedas walaupun bentuknya kecil,” jawab Mama. Adik-adik, sering kali kita merasa diri kita ini terlalu kecil dan muda untuk melakukan sesuatu tugas, sehingga kita pun sering menolak tugas yang diberikan kepada kita. Kita lupa bahwa jika orang lain memberikan tugas kepada kita bukankah itu berarti bahwa kita dipandang mampu melakukan tugas itu? Nabi Yeremia juga pernah merasa kecil dan muda untuk dapat melaksanakan tugas dari Tuhan. Tetapi Tuhan meyakinkannya bahwa Nabi Yeremia pasti mampu. Mari kita membaca Kitab Yeremia 1:4-8! Tuhan justru menegur Nabi Yeremia karena tidak percaya diri. Karena kalau Tuhan sudah mengutus Nabi Yeremia maka pasti Tuhan juga akan menyertainya. Adik-adik juga dipakai Tuhan untuk melakukan kebaikan kepada banyak orang. Kecil-kecil cabe rawit!
Doa:
Bapa sorgawi, meskipun aku kecil dan muda, namun aku ingin melayani-Mu dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.