
13 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 13 Mei 2010
SEPERTI IBU ANAKNYA YANG MENGHARAPKAN ANAKNYA PULANG
“Berpalinglah kepadaku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.”
(Yesaya 45:22)
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Lina bercerita tentang seorang ibu janda dan anak gadisnya yang bernama Ana. Ana meminta izin kepada ibunya untuk mencari pengalaman di kota. Karena menurutnya hidup di kota lebih enak dibandingkan di desa. Ibunya melarang karena pandangan Ana keliru. Si ibu mengatakan bahwa enak atau tidaknya hidup itu tergantung dari diri sendiri, bukan tergantung tempatnya. Tetapi Ana memaksa tetap pergi. Si ibu bersedih karena sikap Ana tadi. Setiap hari si ibu janda berdoa dan terus mengharapkan agar anaknya ini pulang. Setiap pagi dan sore ibu janda duduk di depan pintu menanti siapa tahu Ana pulang. Tidak terasa waktu sudah berjalan dua tahun. Pada suatu sore, ada seorang perempuan berkulit hitam dan kurus berbaju sangat jelek datang ke rumah ibu janda. Ternyata perempuan itu adalah Ana. Keduanya berpelukan, Ana minta maaf kepada ibunya dan berjanji untuk tidak meninggalkan ibunya lagi. Adik-adik, sikap Tuhan mirip dengan sikap si ibu janda tadi. Tuhan dengan setia menunggu umat dan anak-anak-Nya kembali berbalik kepadaNya. Kesaksian Kitab Yesaya 45:20-25, mengingatkan kita agar senantiasa berpaling kepada Tuhan. Dengan penuh kesabaran dan kesetiaan, Tuhan menunggu umat-Nya menyadari dosa dan kesalahan mereka lalu berbalik taat kepada Tuhan. Tuhan juga menunggu kita memohon ampun jika kita melakukan kesalahan.
Doa:
Bapa sorgawi, aku sungguh bangga mempunyai Allah seperti Engkau. Tolonglah aku agar tidak meninggalkan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Kamis, 13 Mei 2010
SEPERTI IBU ANAKNYA YANG MENGHARAPKAN ANAKNYA PULANG
“Berpalinglah kepadaku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.”
(Yesaya 45:22)
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Lina bercerita tentang seorang ibu janda dan anak gadisnya yang bernama Ana. Ana meminta izin kepada ibunya untuk mencari pengalaman di kota. Karena menurutnya hidup di kota lebih enak dibandingkan di desa. Ibunya melarang karena pandangan Ana keliru. Si ibu mengatakan bahwa enak atau tidaknya hidup itu tergantung dari diri sendiri, bukan tergantung tempatnya. Tetapi Ana memaksa tetap pergi. Si ibu bersedih karena sikap Ana tadi. Setiap hari si ibu janda berdoa dan terus mengharapkan agar anaknya ini pulang. Setiap pagi dan sore ibu janda duduk di depan pintu menanti siapa tahu Ana pulang. Tidak terasa waktu sudah berjalan dua tahun. Pada suatu sore, ada seorang perempuan berkulit hitam dan kurus berbaju sangat jelek datang ke rumah ibu janda. Ternyata perempuan itu adalah Ana. Keduanya berpelukan, Ana minta maaf kepada ibunya dan berjanji untuk tidak meninggalkan ibunya lagi. Adik-adik, sikap Tuhan mirip dengan sikap si ibu janda tadi. Tuhan dengan setia menunggu umat dan anak-anak-Nya kembali berbalik kepadaNya. Kesaksian Kitab Yesaya 45:20-25, mengingatkan kita agar senantiasa berpaling kepada Tuhan. Dengan penuh kesabaran dan kesetiaan, Tuhan menunggu umat-Nya menyadari dosa dan kesalahan mereka lalu berbalik taat kepada Tuhan. Tuhan juga menunggu kita memohon ampun jika kita melakukan kesalahan.
Doa:
Bapa sorgawi, aku sungguh bangga mempunyai Allah seperti Engkau. Tolonglah aku agar tidak meninggalkan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



