
11 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Selasa, 11 Mei 2010
BERHARGA DI MATA TUHAN MAT
“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau ….”
(Yesaya 43:4)
Sepulang dari gereja, Papa mengajak Didi pergi ke rumah salah seorang kenalannya. Sampai di sana, Didi melihat banyak onggokan barang rongsokan. Rupanya kenalan Papa adalah seorang pengepul barang-barang bekas. Kenalan Papa menjelaskan kepada Didi bahwa barang rongsok tadi diperoleh dari tukang-tukang loak dan para pemulung. Setelah diseleksi sesuai dengan jenis bahannya, barang loak itu akan dijual ke pabrik untuk diolah menjadi barang-barang baru. Di dalam hati, Didi berpikir bahwa tukang loak, pemulung dan pengepul barang rongsok dapat melihat barang bekas, barang yang sudah dibuang orang, sebagai barang yang berharga dan bernilai. Adik-adik, setiap manusia termasuk kita sebenarnya mirip seperti barang rongsok. Karena dosa dan kesalahan kita, maka kita layak dibuang. Tetapi karena kasih Tuhan, kita ini diselamatkan. Mari kita perhatikan Kitab Yesaya 43:1-7! Yesaya menyampaikan apa yang dikatakan Tuhan kepada umat Yehuda bahwa Tuhan akan mengasihi, menolong dan menebus umat karena mereka sungguh berharga dan mulia di mata Tuhan. Meskipun umat Yehuda sebenarnya pernah melakukan dosa dan meninggalkan Tuhan, namun Tuhan bersedia untuk mengampuni mereka. Adik-adik, kita patut bersuka cita karena kita berharga di mata Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh saling merendahkan apalagi menghina.
Doa:
Bapa di sorga, aku bangga mempunyai Allah seperti Engkau. Tolonglah aku agar dapat meneladani kasih-Mu itu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Selasa, 11 Mei 2010
BERHARGA DI MATA TUHAN MAT
“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau ….”
(Yesaya 43:4)
Sepulang dari gereja, Papa mengajak Didi pergi ke rumah salah seorang kenalannya. Sampai di sana, Didi melihat banyak onggokan barang rongsokan. Rupanya kenalan Papa adalah seorang pengepul barang-barang bekas. Kenalan Papa menjelaskan kepada Didi bahwa barang rongsok tadi diperoleh dari tukang-tukang loak dan para pemulung. Setelah diseleksi sesuai dengan jenis bahannya, barang loak itu akan dijual ke pabrik untuk diolah menjadi barang-barang baru. Di dalam hati, Didi berpikir bahwa tukang loak, pemulung dan pengepul barang rongsok dapat melihat barang bekas, barang yang sudah dibuang orang, sebagai barang yang berharga dan bernilai. Adik-adik, setiap manusia termasuk kita sebenarnya mirip seperti barang rongsok. Karena dosa dan kesalahan kita, maka kita layak dibuang. Tetapi karena kasih Tuhan, kita ini diselamatkan. Mari kita perhatikan Kitab Yesaya 43:1-7! Yesaya menyampaikan apa yang dikatakan Tuhan kepada umat Yehuda bahwa Tuhan akan mengasihi, menolong dan menebus umat karena mereka sungguh berharga dan mulia di mata Tuhan. Meskipun umat Yehuda sebenarnya pernah melakukan dosa dan meninggalkan Tuhan, namun Tuhan bersedia untuk mengampuni mereka. Adik-adik, kita patut bersuka cita karena kita berharga di mata Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh saling merendahkan apalagi menghina.
Doa:
Bapa di sorga, aku bangga mempunyai Allah seperti Engkau. Tolonglah aku agar dapat meneladani kasih-Mu itu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



