
6 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 6 Mei 2010
INDAHNYA MELIHAT INDAHNYA MELIHAT TERANG
Pak Kamto, saat pelajaran IPA meminta Badu dan Anto maju ke depan kelas. Setelah keduanya di depan kelas, Pak Kamto segera menutup kedua mata Badu. Kemudian Pak Kamto berkata, “Badu, Anto, tolong ambilkan penghapus papan tulis!” Tentu saja Anto lebih cepat mengambil penghapus itu daripada Badu. Kemudian Pak Kamto bertanya, “Anak-anak, mengapa Badu tidak dapat mengambil penghapus?” “Karena matanya ditutup, Pak!” jawab anak-anak serentak. “Bukan karena itu,” sahut Pak Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan Kamto. Anak-anak bingung. “Badu titelah melihat terang yang besar …. (Yesaya 9:1) dak dapat mengambil penghapus karena Badu tidak dapat melihat, dan tidak ada sinar terang yang masuk ke matanya. Kita dapat melihat karena ada cahaya yang memantul dari sebuah benda lalu cahaya itu diterima oleh mata kita. Karena itu di dalam gelap kita tidak dapat melihat. Di dalam gelap kita bisa tersesat,” lanjut Pak Kamto. Adik-adik, Nabi Yesaya pernah menubuatkan lahirnya seorang Raja Damai. Raja Damai ini ibarat terang yang akan menunjukkan jalan yang benar agar manusia tidak tersesat. Mari kita baca Yesaya 9:1! Kesukacitaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap manusia dapat melihat terang yang sejati. Karena di dalam terang, manusia dapat mengenal apa yang benar dan baik. Oleh karena itu, sebagai anak-anak yang sudah mengenal terang yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus, mari kita berlaku benar dan adil di mana pun kita berada.
Doa:
Bapa di sorga, aku bersyukur telah mengenal Tuhan Yesus Sang Terang Sejati. Ajarlah aku untuk selalu melakukan kebenaran dan kebaikan. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Kamis, 6 Mei 2010
INDAHNYA MELIHAT INDAHNYA MELIHAT TERANG
Pak Kamto, saat pelajaran IPA meminta Badu dan Anto maju ke depan kelas. Setelah keduanya di depan kelas, Pak Kamto segera menutup kedua mata Badu. Kemudian Pak Kamto berkata, “Badu, Anto, tolong ambilkan penghapus papan tulis!” Tentu saja Anto lebih cepat mengambil penghapus itu daripada Badu. Kemudian Pak Kamto bertanya, “Anak-anak, mengapa Badu tidak dapat mengambil penghapus?” “Karena matanya ditutup, Pak!” jawab anak-anak serentak. “Bukan karena itu,” sahut Pak Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan Kamto. Anak-anak bingung. “Badu titelah melihat terang yang besar …. (Yesaya 9:1) dak dapat mengambil penghapus karena Badu tidak dapat melihat, dan tidak ada sinar terang yang masuk ke matanya. Kita dapat melihat karena ada cahaya yang memantul dari sebuah benda lalu cahaya itu diterima oleh mata kita. Karena itu di dalam gelap kita tidak dapat melihat. Di dalam gelap kita bisa tersesat,” lanjut Pak Kamto. Adik-adik, Nabi Yesaya pernah menubuatkan lahirnya seorang Raja Damai. Raja Damai ini ibarat terang yang akan menunjukkan jalan yang benar agar manusia tidak tersesat. Mari kita baca Yesaya 9:1! Kesukacitaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap manusia dapat melihat terang yang sejati. Karena di dalam terang, manusia dapat mengenal apa yang benar dan baik. Oleh karena itu, sebagai anak-anak yang sudah mengenal terang yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus, mari kita berlaku benar dan adil di mana pun kita berada.
Doa:
Bapa di sorga, aku bersyukur telah mengenal Tuhan Yesus Sang Terang Sejati. Ajarlah aku untuk selalu melakukan kebenaran dan kebaikan. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



