
5 Mei 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 5 Mei 2010
BERSEDIA DIUTUS
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
(Yesaya 6:8)
Pak Kris sudah bersiap di depan kelas untuk pelajaran Olahraga. Seperti biasanya, Pak Kris akan memeriksa kehadiran murid-murid. Tetapi rupanya buku daftar hadir tidak dibawanya. Kemudian Pak Kris bertanya, “Anak-anak, adakah yang bersedia mengambil buku daftar hadir di ruang Ibu Mida, Kepala Sekolah? Agaknya tadi tertinggal di sana karena saya tadi menghadap Ibu Mida sebelum ke sini!” Leo mengangkat tangan sambil berkata, “Saya bersedia Pak!” Kemudian Leo segera beranjak pergi mengambil buku yang dimaksud Pak Kris. Adik-adik, kadang kala kita tidak suka disuruh-suruh meski sebenarnya itu untuk kepentingan bersama, bukan? Ya, kita lebih senang menyuruh dan memerintah orang. Kita akan belajar dari sikap Nabi Yesaya. Mari kita buka dan baca Kitab Yesaya 6:8-10! Dalam bacaan tersebut kita melihat bahwa Tuhan bertanya kepada Yesaya tentang siapa yang akan diutus Tuhan untuk pergi memberitakan Firman Tuhan kepada orang-orang Yehuda. Yesaya memberi dirinya untuk diutus Tuhan meskipun dia sadar bahwa tugas itu bukan tugas yang mudah dan ringan. Yesaya bersedia karena tahu bahwa Tuhan pasti akan menolongnya. Adik-adik, marilah kita bersedia diutus untuk melakukan sesuatu yang benar dan baik demi kepentingan bersama, baik di dalam keluarga, kelas dan di gereja. Tuhan pasti akan menyertai dan menolong kita.
Doa:
Bapa di sorga, aku ingin diutus untuk melakukan kebaikan bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Rabu, 5 Mei 2010
BERSEDIA DIUTUS
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
(Yesaya 6:8)
Pak Kris sudah bersiap di depan kelas untuk pelajaran Olahraga. Seperti biasanya, Pak Kris akan memeriksa kehadiran murid-murid. Tetapi rupanya buku daftar hadir tidak dibawanya. Kemudian Pak Kris bertanya, “Anak-anak, adakah yang bersedia mengambil buku daftar hadir di ruang Ibu Mida, Kepala Sekolah? Agaknya tadi tertinggal di sana karena saya tadi menghadap Ibu Mida sebelum ke sini!” Leo mengangkat tangan sambil berkata, “Saya bersedia Pak!” Kemudian Leo segera beranjak pergi mengambil buku yang dimaksud Pak Kris. Adik-adik, kadang kala kita tidak suka disuruh-suruh meski sebenarnya itu untuk kepentingan bersama, bukan? Ya, kita lebih senang menyuruh dan memerintah orang. Kita akan belajar dari sikap Nabi Yesaya. Mari kita buka dan baca Kitab Yesaya 6:8-10! Dalam bacaan tersebut kita melihat bahwa Tuhan bertanya kepada Yesaya tentang siapa yang akan diutus Tuhan untuk pergi memberitakan Firman Tuhan kepada orang-orang Yehuda. Yesaya memberi dirinya untuk diutus Tuhan meskipun dia sadar bahwa tugas itu bukan tugas yang mudah dan ringan. Yesaya bersedia karena tahu bahwa Tuhan pasti akan menolongnya. Adik-adik, marilah kita bersedia diutus untuk melakukan sesuatu yang benar dan baik demi kepentingan bersama, baik di dalam keluarga, kelas dan di gereja. Tuhan pasti akan menyertai dan menolong kita.
Doa:
Bapa di sorga, aku ingin diutus untuk melakukan kebaikan bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



