Cover Media Cetak

young listener

young listener

14 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 14 April 2010
STEFANUS MENJADI SAKSI STEFANUS
“Pa, apakah Papa tahu apa artinya martir?” tanya Kiki kepada Papanya. “Hm, setahu Papa, martir itu artinya saksi. Jadi martir adalah seorang yang bersaksi tentang iman kepada Kristus melalui kematiannya,” jawab Papa. “Sampai mati? Wah susah ya, Pa,” ujar Kiki. “Tidak semua orang loh dapat menjadi martir dalam arti setia menjadi saksiNya bahkan melalui kematian,” Papa menegaskan. “Kebanyakan Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, orang justru menjadi takut unkatanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” tuk terus bersaksi begitu tahu (Kisah Para Rasul 7:59) ada ancaman yang dikenakan kepadanya. Semakin besar ancaman itu semakin besar pula rasa takutnya, apalagi kalau ancaman itu membahayakan hidupnya atau menimbulkan kematian. Meskipun begitu, dalam sejarah banyak juga yang menunjukkan diri sebagai pengikut Kristus yang setia sampai mati. Mereka adalah para martir, satu di antaranya adalah Stefanus,” papar Papa mengisahkan. Adik-adik, yuk kita baca Kisah Para Rasul 7:54-60! Stefanus adalah seorang martir. Ia tidak gentar ketika diperhadapkan kepada orang banyak dan Mahkamah Agama. Bahkan ketika mereka menuduh ia telah menghujat Allah dan terancam dirajam sampai mati, ia tetap berpegang teguh pada keyakinan imannya. Stefanus malah memproklamirkan melalui penglihatan yang dilihatnya bahwa Yesus adalah Anak Manusia yang berdiri di sebelah kanan Allah. Ia setia sampai mati. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga berani melalui kesusahan dalam bersaksi?
Doa:
Bapa di sorga, beri aku keberanian untuk tetap menjadi saksi-Mu sekalipun kesusahan harus aku alami. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.