
12 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 12 April 2010
JEMA AT AWAL MENJADI SAKSI JEMAA
Dan mereka disukai semua orang.
(Kisah Para Rasul 2:47)
“Anak-anak, apakah kalian pernah mendengar ungkapan dalam bahasa Inggris yang berkata: “Act speak louder than words”? Perbuatan itu lebih berbicara dibandingkan kata-kata. Setujukah kalian dengan hal ini?” tanya Pak Tino di kelas. “Setuju sekali Pak,” jawab Didi cepat. “Apa Didi dapat menjelaskan?” tanya Pak Tino lagi. “Ehm…” Didi berpikir sejenak. “Jangan bicara keras-keras!” Kontan seluruh kelas tertawa mendengar jawaban Didi. “Ya… udah keras salah lagi,” ujar Anton mencela. Pak Tino menenangkan suasana kelas yang riuh. “Tenang… tenang....” Tak satu pun anak memerhatikan Pak Tino kecuali Didi. Merasa kata-katanya tak digubris, akhirnya Pak Tino berdiri di depan kelas sambil melipat kedua lengannya dan menatap seluruh kelas dengan kesal. Ternyata tindakan diam Pak Tino membuat suasana kelas kembali tenang. “Nah ini dia yang disebut Act speak louder than words,” ujar Didi. “Betul!” ujar Pak Tino tersenyum pada Didi. Anak yang lain malah kebingungan. Adik-adik, perbuatan lebih bermakna ketimbang hanya berbicara saja. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:41-47. Jemaat Kristen awal selain berbicara tentang kasih Kristus, mereka juga melakukan kasih dalam kehidupan mereka. Mereka bersekutu di dalam ajaran para rasul dan saling membagi segala kepunyaan mereka. Mereka tidak sekadar berbicara tetapi juga berbuat. Perbuatan memang lebih bermakna ketimbang hanya kata-kata.
Doa:
Bapa sorgawi, tolong aku agar bisa bersaksi bukan sekadar lewat kata-kata saja, melainkan dengan tindakan juga. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Senin, 12 April 2010
JEMA AT AWAL MENJADI SAKSI JEMAA
Dan mereka disukai semua orang.
(Kisah Para Rasul 2:47)
“Anak-anak, apakah kalian pernah mendengar ungkapan dalam bahasa Inggris yang berkata: “Act speak louder than words”? Perbuatan itu lebih berbicara dibandingkan kata-kata. Setujukah kalian dengan hal ini?” tanya Pak Tino di kelas. “Setuju sekali Pak,” jawab Didi cepat. “Apa Didi dapat menjelaskan?” tanya Pak Tino lagi. “Ehm…” Didi berpikir sejenak. “Jangan bicara keras-keras!” Kontan seluruh kelas tertawa mendengar jawaban Didi. “Ya… udah keras salah lagi,” ujar Anton mencela. Pak Tino menenangkan suasana kelas yang riuh. “Tenang… tenang....” Tak satu pun anak memerhatikan Pak Tino kecuali Didi. Merasa kata-katanya tak digubris, akhirnya Pak Tino berdiri di depan kelas sambil melipat kedua lengannya dan menatap seluruh kelas dengan kesal. Ternyata tindakan diam Pak Tino membuat suasana kelas kembali tenang. “Nah ini dia yang disebut Act speak louder than words,” ujar Didi. “Betul!” ujar Pak Tino tersenyum pada Didi. Anak yang lain malah kebingungan. Adik-adik, perbuatan lebih bermakna ketimbang hanya berbicara saja. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:41-47. Jemaat Kristen awal selain berbicara tentang kasih Kristus, mereka juga melakukan kasih dalam kehidupan mereka. Mereka bersekutu di dalam ajaran para rasul dan saling membagi segala kepunyaan mereka. Mereka tidak sekadar berbicara tetapi juga berbuat. Perbuatan memang lebih bermakna ketimbang hanya kata-kata.
Doa:
Bapa sorgawi, tolong aku agar bisa bersaksi bukan sekadar lewat kata-kata saja, melainkan dengan tindakan juga. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



