Cover Media Cetak

young listener

young listener

10 April 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 10 April 2010
PETRUS MENJADI SAKSI
Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh ….
(Kisah Para Rasul 2:40)
“Ki, apa yang akan kamu lakukan kalau kamu mengetahui seorang temanmu yang lebih hebat daripadamu melakukan hal yang salah?” tanya Didi kepada Kiki. “Apa ada yang lebih hebat? Yang lebih jelek banyak,” ujar Kiki meniru iklan di televisi. “Serius lah!” seru Didi kesal. “Ya, deh! Gitu aja kok marah, Mr. Didi,” Kiki tersenyum. “Yah, kalau memang aku tahu persis dan yakin apa yang dilakukannya itu salah, aku akan berusaha untuk memberitahunya atau menegurnya. Orang hebat itu kan nggak selalu benar. Adakalanya ia juga dapat melakukan kesalahan,” jawab Kiki mencoba serius. “Yah, kalau begitu aku harus memberitahukan Kepala Sekolah bahwa apa yang dikatakannya tadi di kelas tidak benar,” ujar Didi sambil berbalik ke arah ruang Kepala Sekolah. “Eh… Mr. Didi! Tunggu! Kalau itu lain perkara. Jangan buat masalah, Di. Kamu dapat dianggap anak yang kurang ajar karena menggurui Kepala Sekolah,” ujar Kiki menahan Didi. Adik-adik, memang tidak mudah untuk mengatakan yang benar. Selalu ada risiko yang harus kita tanggung. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:3640! Petrus pernah menyangkal Yesus, karena takut. Tapi dalam bacaan tadi, Petrus tidak takut lagi. Dengan lantang ia menyebarkan berita tentang keselamatan. Adik-adik, ketakutan kerap kali menghantui kita ketika hendak memulai untuk bersaksi. Takut disebut anak alim, takut dijauhi teman, bahkan takut dikira sombong. Mintalah pertolongan Roh Kudus agar kita dapat mengatasi rasa takut dan menjadi berani mengatakan kebenaran.
Doa:
Bapa di sorga, tolong aku untuk berani mengatakan yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.