
7 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 7 April 2010
MARI MEMBERI
… meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
(2 Korintus 8:2)
“Pa, bagaimana kabar Opa dan Oma di sana?” tanya Didi setelah Papanya kembali dari mengunjungi Opa dan Omanya. “Saat ini, mereka baik-baik saja, Di. Seperti biasanya Oma masih suka membuatkan makanan untuk dibagi-bagikan ke tetangganya. Apalagi kalau Oma merasa kondisinya sedang sehat, Oma semakin bersemangat untuk melakukan hal itu,” jawab Papa memberitahu Didi. “Hmm, Oma tuatua keladi, makin tua makin menjadi ya, Pa.” Papa mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Ya, makin menjadi murah hati,” ujar Didi bangga. Semua pun tersenyum bangga. Adik-adik, orang yang tua dan muda, miskin dan kaya, orang tua dan anak-anak, semuanya dapat menunjukkan sikap murah hati. Yuk, kita baca 2 Korintus 8:1-15! Rasul Paulus mengingatkan kita tentang jemaat Makedonia yang miskin namun tetap dapat menunjukkan sikap murah hati. Begitu jemaat Makedonia mendengar ada jemaat di tempat lain yang kesulitan, mereka mengumpulkan apa saja yang dapat mereka berikan yang bisa digunakan temantemannya yang kekurangan. Rasul Paulus bangga dengan sikap jemaat di Makedonia. Mereka bersaksi tentang kemurahan Tuhan dengan memberi. Adik-adik, mari kita menjadi saksi Kristus dengan menunjukkan sikap murah hati, salah satunya dengan kerelaan memberi. Memberi hal yang baik yang dapat kita beri kepada orang-orang di sekitar kita.
Doa:
Bapa di sorga, aku ingin mempunyai hati yang selalu ingin memberi kepada sesama. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Rabu, 7 April 2010
MARI MEMBERI
… meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
(2 Korintus 8:2)
“Pa, bagaimana kabar Opa dan Oma di sana?” tanya Didi setelah Papanya kembali dari mengunjungi Opa dan Omanya. “Saat ini, mereka baik-baik saja, Di. Seperti biasanya Oma masih suka membuatkan makanan untuk dibagi-bagikan ke tetangganya. Apalagi kalau Oma merasa kondisinya sedang sehat, Oma semakin bersemangat untuk melakukan hal itu,” jawab Papa memberitahu Didi. “Hmm, Oma tuatua keladi, makin tua makin menjadi ya, Pa.” Papa mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Ya, makin menjadi murah hati,” ujar Didi bangga. Semua pun tersenyum bangga. Adik-adik, orang yang tua dan muda, miskin dan kaya, orang tua dan anak-anak, semuanya dapat menunjukkan sikap murah hati. Yuk, kita baca 2 Korintus 8:1-15! Rasul Paulus mengingatkan kita tentang jemaat Makedonia yang miskin namun tetap dapat menunjukkan sikap murah hati. Begitu jemaat Makedonia mendengar ada jemaat di tempat lain yang kesulitan, mereka mengumpulkan apa saja yang dapat mereka berikan yang bisa digunakan temantemannya yang kekurangan. Rasul Paulus bangga dengan sikap jemaat di Makedonia. Mereka bersaksi tentang kemurahan Tuhan dengan memberi. Adik-adik, mari kita menjadi saksi Kristus dengan menunjukkan sikap murah hati, salah satunya dengan kerelaan memberi. Memberi hal yang baik yang dapat kita beri kepada orang-orang di sekitar kita.
Doa:
Bapa di sorga, aku ingin mempunyai hati yang selalu ingin memberi kepada sesama. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



