
5 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 5 April 2010
TIDAK PERLU PANDAI BICARA PERLU PANDAI
Sore ini, Tante Yosi dan anaknya Danu bertandang ke rumah Didi. Didi ingin mengajak Danu bermain bersama. Sayangnya, Danu terlihat murung. Didi pun segera mencari tahu penyebabnya. “Hai Dan, senang berjumpa denganmu. Main yuk!” ajak Didi. “Nggak ah, aku lagi malas nih,” jawab Danu tak semangat. “Besok aku harus bercerita di depan kelas. Aku bingung mau cerita apa.” Mendengar penjelasan Danu, Didi me… lalu mereka mulai berkata-kata ledek, “Ah, gitu aja dipikirin. Tinggal dalam bahasa-bahasa lain, berdiri di depan kelas, terus cerita seperti yang dikatakan oleh Roh itu deh.” “Berdiri di depan kelas sih sekepada mereka untuk mengatakannya. ring, itu kalo dihukum Guru. Tapi kalo (Kisah Para Rasul 2:4) bercerita sih tak pernah. Membayangkannya saja aku gemetar,” jawab Danu memeluk dirinya sendiri bak kehujanan es batu. Adik-adik, memang tidak semua orang punya kemampuan berbicara dengan baik di depan umum. Namun ini bukan berarti menjadi alasan untuk tidak bersaksi bagi Tuhan. Sebab, untuk menjadi saksi-Nya, sesungguhnya kita tidak harus pandai bicara terlebih dahulu. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:1-13! Para rasul pun bukanlah orang-orang yang hebat pada dirinya sendiri. Namun mereka bisa melakukan perbuatan-perbuatan hebat, seperti Petrus yang berani berbicara di depan banyak orang karena Roh Kuduslah yang memampukan mereka. Adik-adik, marilah kita belajar bercerita tentang Tuhan Yesus kepada teman-teman kita. Asalkan kalian mau, tekun berusaha, dan membuka diri untuk Tuhan pakai, kalian pun akan dimampukan oleh-Nya.
Doa:
Bapa sorgawi, pakailah aku menjadi saksi-Mu dalam segala kekuranganku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Senin, 5 April 2010
TIDAK PERLU PANDAI BICARA PERLU PANDAI
Sore ini, Tante Yosi dan anaknya Danu bertandang ke rumah Didi. Didi ingin mengajak Danu bermain bersama. Sayangnya, Danu terlihat murung. Didi pun segera mencari tahu penyebabnya. “Hai Dan, senang berjumpa denganmu. Main yuk!” ajak Didi. “Nggak ah, aku lagi malas nih,” jawab Danu tak semangat. “Besok aku harus bercerita di depan kelas. Aku bingung mau cerita apa.” Mendengar penjelasan Danu, Didi me… lalu mereka mulai berkata-kata ledek, “Ah, gitu aja dipikirin. Tinggal dalam bahasa-bahasa lain, berdiri di depan kelas, terus cerita seperti yang dikatakan oleh Roh itu deh.” “Berdiri di depan kelas sih sekepada mereka untuk mengatakannya. ring, itu kalo dihukum Guru. Tapi kalo (Kisah Para Rasul 2:4) bercerita sih tak pernah. Membayangkannya saja aku gemetar,” jawab Danu memeluk dirinya sendiri bak kehujanan es batu. Adik-adik, memang tidak semua orang punya kemampuan berbicara dengan baik di depan umum. Namun ini bukan berarti menjadi alasan untuk tidak bersaksi bagi Tuhan. Sebab, untuk menjadi saksi-Nya, sesungguhnya kita tidak harus pandai bicara terlebih dahulu. Mari kita baca Kisah Para Rasul 2:1-13! Para rasul pun bukanlah orang-orang yang hebat pada dirinya sendiri. Namun mereka bisa melakukan perbuatan-perbuatan hebat, seperti Petrus yang berani berbicara di depan banyak orang karena Roh Kuduslah yang memampukan mereka. Adik-adik, marilah kita belajar bercerita tentang Tuhan Yesus kepada teman-teman kita. Asalkan kalian mau, tekun berusaha, dan membuka diri untuk Tuhan pakai, kalian pun akan dimampukan oleh-Nya.
Doa:
Bapa sorgawi, pakailah aku menjadi saksi-Mu dalam segala kekuranganku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



