
1 April 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 1 April 2010
SEMUA JUGA BISA!
Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga .…
(Lukas 24:10)
Melihat Kiki begitu asyik membaca, Mama pun memerhatikan Kiki yang sedang asyik membaca. Kiki begitu serius, membuat Mama penasaran dan mendekati Kiki. “Sedang membaca buku apa Ki, kelihatannya menarik?” tanya Mama penasaran. “Cerita Mulan, Ma. Ternyata perempuan juga bisa melakukan hal-hal yang hebat seperti lakilaki. Mulan ini, bisa memanah dan berperang. Jadi, sebenarnya laki-laki dan perempuan itu sama ya, Ma!” seru Kiki antusias. Mendengar kesimpulan Kiki, Mama tersenyum setuju. “Tentu saja Ki! Menjadi perempuan bukan berarti menjadi tidak berdaya. Lakilaki dan perempuan diciptakan Tuhan setara. Karena itu jenis kelamin tidak harus menjadi penghalang untuk bisa berkarya dengan baik.” Adik-adik, apa benar laki-laki dan perempuan dapat melakukan hal yang sama? Tentu saja. Siapa pun kita, laki-laki atau perempuan, dapat turut berkarya dalam rencana Tuhan bagi dunia ini. Yuk, coba kita baca Lukas 24:112! Dalam kisah kebangkitan Yesus, Lukas malah menempatkan para perempuan menjadi saksi pertama. Perempuan yang biasanya tidak dianggap dalam kehidupan masyarakat Yahudi pada waktu itu, dalam kisah kebangkitan malah dipakai menjadi para saksi pertama. Bukankah hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa sesungguhnya baik laki-laki maupun perempuan sama-sama dapat menjadi saksi Kristus. Adik-adik laki-laki maupun perempuan, mari kita menjadi saksi Kristus. Kristus memanggil kita semua, laki-laki dan perempuan.
Doa:
Bapa sorgawi, aku ingin menjadi saksi-Mu dalam seluruh keberadaan diriku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Kamis, 1 April 2010
SEMUA JUGA BISA!
Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga .…
(Lukas 24:10)
Melihat Kiki begitu asyik membaca, Mama pun memerhatikan Kiki yang sedang asyik membaca. Kiki begitu serius, membuat Mama penasaran dan mendekati Kiki. “Sedang membaca buku apa Ki, kelihatannya menarik?” tanya Mama penasaran. “Cerita Mulan, Ma. Ternyata perempuan juga bisa melakukan hal-hal yang hebat seperti lakilaki. Mulan ini, bisa memanah dan berperang. Jadi, sebenarnya laki-laki dan perempuan itu sama ya, Ma!” seru Kiki antusias. Mendengar kesimpulan Kiki, Mama tersenyum setuju. “Tentu saja Ki! Menjadi perempuan bukan berarti menjadi tidak berdaya. Lakilaki dan perempuan diciptakan Tuhan setara. Karena itu jenis kelamin tidak harus menjadi penghalang untuk bisa berkarya dengan baik.” Adik-adik, apa benar laki-laki dan perempuan dapat melakukan hal yang sama? Tentu saja. Siapa pun kita, laki-laki atau perempuan, dapat turut berkarya dalam rencana Tuhan bagi dunia ini. Yuk, coba kita baca Lukas 24:112! Dalam kisah kebangkitan Yesus, Lukas malah menempatkan para perempuan menjadi saksi pertama. Perempuan yang biasanya tidak dianggap dalam kehidupan masyarakat Yahudi pada waktu itu, dalam kisah kebangkitan malah dipakai menjadi para saksi pertama. Bukankah hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa sesungguhnya baik laki-laki maupun perempuan sama-sama dapat menjadi saksi Kristus. Adik-adik laki-laki maupun perempuan, mari kita menjadi saksi Kristus. Kristus memanggil kita semua, laki-laki dan perempuan.
Doa:
Bapa sorgawi, aku ingin menjadi saksi-Mu dalam seluruh keberadaan diriku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



