Cover Media Cetak

young listener

young listener

15 Maret 2010

Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Senin, 15 Maret 2010
MENYA MENYATAKAN KEBENARAN
Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
(Kejadian 37:2)
“Anto...! Bantu aku menjawab soal-soal ulangan hari ini ya... Aku belum belajar... awas kalau kamu pelit! Kamu akan rasakan akibatnya sepulang sekolah nanti dan awas kalo kamu bilang sama Ibu Guru! Kamu nggak akan selamat,” ancam Bandi sambil mengepalkan tinjunya. Malam itu, Anto yang merasa bersalah karena memberikan contekan kepada Bandi menangis di kamarnya. “Anto, mengapa kamu menangis Nak?” tanya Papa Anto dengan lembut. Karena takut akan ancaman Bandi, Anto yang masih tersedu-sedu segera mengusap air mata yang masih meleleh di pipinya. “Nggak kok Pa, Anto nggak apa-apa,” ujar Anto berbohong. “Nak, jangan kamu bohongi Papamu ini, ceritakan dengan jujur,” kata Papanya lagi. Dan akhirnya Anto menceritakan apa yang menimpanya pagi tadi kepada Papanya. Adik-adik, ayo kita baca Firman Tuhan dari Kejadian 37:1-4. Yusuf tahu bahwa apa yang dilakukan kakak-kakaknya adalah kejahatan di mata Tuhan. Untuk itulah ia menyampaikan apa yang dilakukan oleh saudarasaudaranya itu kepada ayah mereka. Nah, Adik-adik belajar dari tokoh Yusuf, jangan takut untuk menyatakan kebenaran ya... Tentunya bukan untuk mempermalukan teman-teman kita, tetapi agar mereka diingatkan apa yang berkenan di mata Tuhan dan yang tidak. Kita tidak ingin teman-teman kita celaka karena perbuatan yang tidak baik, bukan?
Doa:
Bapa yang di sorga, berilah aku kekuatan untuk dapat menyatakan kebenaran kepada teman-temanku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.