
10 Februari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Rabu, 10 Februari 2010
TUHAN YESUS MENDENGAR DOAKU UNTUK ORANG LAIN
Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya
(Matius 8:5)
“Di, jangan menangis dong,” kata Kak Santi dengan suara yang lemah pada Didi. Didi sedih melihat Kak Santi terbaring di rumah sakit karena sakit demam berdarah. “Iya, Sayang. Jangan sedih anak Mama. Kak Santi hanya sebentar di rumah sakit. Kamu harus bersyukur karena demammu kemarin bukanlah demam berdarah seperti yang dialami Kak Santi. Nah, lebih baik sekarang kita berdoa pada Tuhan Yesus untuk kesembuhan Kakakmu. Tuhan Yesus pasti mendengar doa kita dengan memberi kesembuhan pada Kakak kamu,” kata Mama menenangkan Didi. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Didi mengajak Mama dan Kak Santi untuk berdoa. Adik-adik, pernahkah kamu mengalami seperti Didi? Kamu bersedih karena saudaramu sakit? Mari kita baca Alkitab dari Matius 8:5-7. Saat pembantunya sakit, seorang perwira tidak berputus asa. Ia datang kepada Tuhan Yesus. Ia percaya kalau Tuhan dapat menyembuhkan pembantunya. Dan benar, Tuhan Yesus mendengar permohonannya. Nah Adik-adik, marilah kita belajar dan meneladani sikap dari sang perwira. Ketika saudaramu atau temanmu atau orang yang kamu sayangi sakit, doakanlah mereka. Tuhan Yesus akan mendengar doamu. Ia sayang kepada kamu dan tidak ingin kamu sedih.
Doa:
Bapa di dalam sorga, terima kasih kalau Bapa mendengar doaku. Tolonglah aku untuk senantiasa berdoa kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Rabu, 10 Februari 2010
TUHAN YESUS MENDENGAR DOAKU UNTUK ORANG LAIN
Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya
(Matius 8:5)
“Di, jangan menangis dong,” kata Kak Santi dengan suara yang lemah pada Didi. Didi sedih melihat Kak Santi terbaring di rumah sakit karena sakit demam berdarah. “Iya, Sayang. Jangan sedih anak Mama. Kak Santi hanya sebentar di rumah sakit. Kamu harus bersyukur karena demammu kemarin bukanlah demam berdarah seperti yang dialami Kak Santi. Nah, lebih baik sekarang kita berdoa pada Tuhan Yesus untuk kesembuhan Kakakmu. Tuhan Yesus pasti mendengar doa kita dengan memberi kesembuhan pada Kakak kamu,” kata Mama menenangkan Didi. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Didi mengajak Mama dan Kak Santi untuk berdoa. Adik-adik, pernahkah kamu mengalami seperti Didi? Kamu bersedih karena saudaramu sakit? Mari kita baca Alkitab dari Matius 8:5-7. Saat pembantunya sakit, seorang perwira tidak berputus asa. Ia datang kepada Tuhan Yesus. Ia percaya kalau Tuhan dapat menyembuhkan pembantunya. Dan benar, Tuhan Yesus mendengar permohonannya. Nah Adik-adik, marilah kita belajar dan meneladani sikap dari sang perwira. Ketika saudaramu atau temanmu atau orang yang kamu sayangi sakit, doakanlah mereka. Tuhan Yesus akan mendengar doamu. Ia sayang kepada kamu dan tidak ingin kamu sedih.
Doa:
Bapa di dalam sorga, terima kasih kalau Bapa mendengar doaku. Tolonglah aku untuk senantiasa berdoa kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
- Login to post comments
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



