
4 Februari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Kamis, 4 Februari 2010
DOA: JANGAN BERTELE-TELE! DOA: BERTELE-TELE!
“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.”
(Matius 6:7)
“Kak, yang lain saja ya,” pinta Agus pada Kak Kiddy, ketika Agus diminta untuk memimpin doa mewakili anak-anak Sekolah Minggu dalam ibadah Minggu jemaat. “Ayo Gus, kamu pasti bisa,” Kak Kiddy menyemangatinya. “Nggak Kak. Aku tidak pandai untuk menyusun kalimat indah seperti Kiki,” kata Agus memberi alasan. Adik-adik, kadang kita salah mengerti ketika diminta untuk memimpin doa. Kita menganggap bahwa tidak fasih merangkai kata, berarti kita tidak bisa berdoa. Bila kita menyangka bahwa Tuhan Yesus hanya mendengar doa yang dipanjatkan dengan kalimat yang indah dan panjang, tentunya pemahaman yang demikian salah besar. Ayo, kita membaca dari Matius 6:7. Di sana tertulis, bahwa jika kita berdoa janganlah bertele-tele. Apa maksudnya bertele-tele, Adik-adik? Panjang dan lama dengan maksud agar Tuhan mendengar doa tersebut. Kalau sederhana dan singkat, sangkanya tidak didengar oleh Tuhan. Padahal, sebelum kita menyampaikan doa itu, Tuhan sudah mengetahuinya. Yang diperhatikan oleh Tuhan bukannya pendek atau panjangnya doa, namun hati kita. Jika kita memanjatkannya dengan rendah hati, jujur sambil menyerahkan pada kehendak Tuhan, maka niscaya doa kita didengar dan dijawab oleh Tuhan. Kamu mau doamu didengar Tuhan? Lakukanlah hal ini.
Doa:
Bapa di dalam sorga, ajari aku berdoa seperti yang Engkau kehendaki. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Kamis, 4 Februari 2010
DOA: JANGAN BERTELE-TELE! DOA: BERTELE-TELE!
“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.”
(Matius 6:7)
“Kak, yang lain saja ya,” pinta Agus pada Kak Kiddy, ketika Agus diminta untuk memimpin doa mewakili anak-anak Sekolah Minggu dalam ibadah Minggu jemaat. “Ayo Gus, kamu pasti bisa,” Kak Kiddy menyemangatinya. “Nggak Kak. Aku tidak pandai untuk menyusun kalimat indah seperti Kiki,” kata Agus memberi alasan. Adik-adik, kadang kita salah mengerti ketika diminta untuk memimpin doa. Kita menganggap bahwa tidak fasih merangkai kata, berarti kita tidak bisa berdoa. Bila kita menyangka bahwa Tuhan Yesus hanya mendengar doa yang dipanjatkan dengan kalimat yang indah dan panjang, tentunya pemahaman yang demikian salah besar. Ayo, kita membaca dari Matius 6:7. Di sana tertulis, bahwa jika kita berdoa janganlah bertele-tele. Apa maksudnya bertele-tele, Adik-adik? Panjang dan lama dengan maksud agar Tuhan mendengar doa tersebut. Kalau sederhana dan singkat, sangkanya tidak didengar oleh Tuhan. Padahal, sebelum kita menyampaikan doa itu, Tuhan sudah mengetahuinya. Yang diperhatikan oleh Tuhan bukannya pendek atau panjangnya doa, namun hati kita. Jika kita memanjatkannya dengan rendah hati, jujur sambil menyerahkan pada kehendak Tuhan, maka niscaya doa kita didengar dan dijawab oleh Tuhan. Kamu mau doamu didengar Tuhan? Lakukanlah hal ini.
Doa:
Bapa di dalam sorga, ajari aku berdoa seperti yang Engkau kehendaki. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
- Login to post comments
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



