
9 Januari 2010
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Sabtu, 9 Januari 2010
AKUT TAKUT MENGHADAPI ULANGAN
Suatu pagi, Kiki bertemu Didi di depan sekolah. “Di, muka kamu kok lesu amat. Kamu sakit ya?” tanya Kiki. Dengan lemas Didi menjawab, “Nggak kok, aku sehat aja.” “Terus kenapa loyo banget, kayak lagi sakit aja. Kamu mikirin apa sih?” tanya Kiki lagi. “Aku lagi ketakutan nih. Takut menghadapi ulangan Matematika hari Selasa nanti,” jawab Didi. “Itu toh. Kenapa takut? Kalau belajar yang giat plus berdoa, nggak usah takut. Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk kita,” … “Janganlah takut, Abram, jawab Kiki. Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Tentu Adik-adik juga per(Kejadian 15:1) nah takut seperti Didi. Misalnya takut gagal ujian, takut nggak naik kelas, takut sakit, dan sebagainya. Bapak Abram juga ternyata pernah takut. Mari kita baca Kejadian 15:1-4! Kita telah membaca bahwa Bapak Abram sedang merasa takut. Takut bahwa dia tidak akan punya anak, karena umurnya sudah tua sekali. Ia juga takut kalau semua kekayaannya akan menjadi milik orang lain. Tetapi Tuhan berkata kepada Bapak Abram bahwa ia akan memiliki seorang anak. Bahkan, keturunannya akan sebanyak bintang di langit, atau seperti pasir di laut. Adik-adik, ketika kita sedang takut, ingatlah bahwa Tuhan ada di dekat kita. Ketika takut menghadapi ulangan, berdoalah! Tuhan akan menguatkan dan memberi kita daya konsentrasi yang baik. Ketika takut di dalam kegelapan, berdoalah! Tuhan akan menemani dan memberkati kita.
Doa:
Bapa di dalam sorga, aku percaya bahwa Bapa selalu ada di dekatku. Bapa, ketika aku takut, tolonglah aku Bapa untuk selalu mengingat-Mu agar aku menjadi berani, tidak takut lagi. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Sabtu, 9 Januari 2010
AKUT TAKUT MENGHADAPI ULANGAN
Suatu pagi, Kiki bertemu Didi di depan sekolah. “Di, muka kamu kok lesu amat. Kamu sakit ya?” tanya Kiki. Dengan lemas Didi menjawab, “Nggak kok, aku sehat aja.” “Terus kenapa loyo banget, kayak lagi sakit aja. Kamu mikirin apa sih?” tanya Kiki lagi. “Aku lagi ketakutan nih. Takut menghadapi ulangan Matematika hari Selasa nanti,” jawab Didi. “Itu toh. Kenapa takut? Kalau belajar yang giat plus berdoa, nggak usah takut. Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk kita,” … “Janganlah takut, Abram, jawab Kiki. Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Tentu Adik-adik juga per(Kejadian 15:1) nah takut seperti Didi. Misalnya takut gagal ujian, takut nggak naik kelas, takut sakit, dan sebagainya. Bapak Abram juga ternyata pernah takut. Mari kita baca Kejadian 15:1-4! Kita telah membaca bahwa Bapak Abram sedang merasa takut. Takut bahwa dia tidak akan punya anak, karena umurnya sudah tua sekali. Ia juga takut kalau semua kekayaannya akan menjadi milik orang lain. Tetapi Tuhan berkata kepada Bapak Abram bahwa ia akan memiliki seorang anak. Bahkan, keturunannya akan sebanyak bintang di langit, atau seperti pasir di laut. Adik-adik, ketika kita sedang takut, ingatlah bahwa Tuhan ada di dekat kita. Ketika takut menghadapi ulangan, berdoalah! Tuhan akan menguatkan dan memberi kita daya konsentrasi yang baik. Ketika takut di dalam kegelapan, berdoalah! Tuhan akan menemani dan memberkati kita.
Doa:
Bapa di dalam sorga, aku percaya bahwa Bapa selalu ada di dekatku. Bapa, ketika aku takut, tolonglah aku Bapa untuk selalu mengingat-Mu agar aku menjadi berani, tidak takut lagi. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
This document is © 2010 by admin - all rights reserved.
- Login to post comments
|
Media Cetak |
Media Radio |
Media Televisi |
Tentang Kami |



